Jakarta, hariandialog.co.id.- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
kembali meraih penghargaan di ajang Euromoney Islamic Finance Award
selama dua tahun berturut-turut, kali ini BTN mendapatkan apresiasi
sebagai Indonesia Best Domestic Islamic Bank.
Euromoney menetapkan penilaian tertinggi pada Unit Usaha
Syariah BTN (BTN Syariah) karena telah menunjukkan komitmennya selama
2023 dalam mendukung perumahan berkelanjutan hingga meluncurkan
inisiatif lingkungan dan tata kelola perusahaan. “Penghargaan ini
merupakan suatu pencapaian bagi BTN Syariah dalam proses
transformasinya menjadi Bank Umum Syariah pada 2025,” kata Direktur
Consumer BTN, Hirwandi Gafar, dikutip Senin, 27 Mei 2024.
Euromoney menilai BTN dan BTN Syariah memainkan peran
penting dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya bagi
masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai distributor utama KPR
bersubsidi pemerintah di Indonesia, BTN memperoleh lebih dari 70
persen alokasi pemerintah, sehingga menambah kuota sebesar 167.346
unit atau sekitar Rp26 triliun pada 2023.
Selain itu, di era digitalisasi, BTN mampu beradaptasi
dengan baik dengan menciptakan digital mortgage ecosystem yang
komprehensif, dan melihat pertumbuhan yang mengesankan di seluruh
saluran digitalnya, termasuk peningkatan pengguna aktif perbankan
seluler sebesar 50 persen dari tahun ke tahun, pertumbuhan sebesar 56
persen dalam pengajuan kredit pembiayaan perumahan (KPR) melalui situs
web BTN Properti termasuk aplikasi pendukungnya dengan peningkatan
sebesar 55 persen dalam layanan digital proyek perumahan yang
terdaftar.
Euromoney juga menambahkan penilaian positifnya terhadap
BTN karena BTN juga menonjolkan komitmennya terhadap ekonomi
keberlanjutan, salah satunya menerapkan inisiatif ramah lingkungan
seperti memasang panel surya di kantornya dan bergabung dengan
organisasi seperti Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI)
dan Inisiatif Pembiayaan Program Lingkungan PBB (UNEPFI) tulis medcom.
BTN Syariah mencetak laba bersih senilai Rp164,1 miliar
pada kuartal I-2024. Angka tersebut tumbuh 56,1 persen secara tahunan
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp105,1 miliar.
Kenaikan laba bersih BTN Syariah ditopang oleh penyaluran pembiayaan
yang meningkat 20 persen menjadi Rp39,1 triliun pada kuartal I-2024,
dibandingkan dengan Rp32,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
(diah)
