Jakarta, hariandialog.co.id.- Pelarian bos judi online terbesar di
Sumatera Utara bernama Apin BK alias Jonni telah berakhir. Apin BK
diketahui sempat kabur ke Singapura, namun pihak kepolisian tidak
menyerah dalam memburu bos judi online tersebut. Apin BK akhirnya
ditangkap di Negeri Jiran, Malaysia.
Melansir liputan6 pada Sabtu (15-10-2022) Kapolri,
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan jika Apin BK sudah
menyerahkan diri. “Salah seorang bos judi online, Apin BK telah
menyerahkan diri” ungkapnya
Pasca penggrebekan, Apin BK ditetapkan sebagai tersangka
bersama anggotanya bernama Niko Prasetyo yang merupakan operator judi
online. Kemudian Polda Sumatera Utara sudah melimpahkan berkas kasus
Niko Prasetyo ke Kejaksaan. Tetapi, Apin BK justru sempat buron hingga
akhirnya dilakukan Red Notice Interpol.
Pada pekan lalu, sebanyak 15 orang yang diduga sebagai
leader dan operator judi telah ditangkap. Namun, hanya 14 orang
menjadi tersangka sementara satu orang menjadi saksi.Dari
penggerebekan, terdapat barang bukti, di antaranya puluhan unit
laptop, komputer, puluhan buku rekening, ATM. Sebanyak 107 rekening
terkait perjudian tersebut sudah diblokir
Melansir Liputan6 (15/10), kuasa hukum keluarga bos judi
online di Sumut ini yang tergabung dalam JnR law firm menyatakan telah
mengundurkan diri. Pengunduran diri ini karena keluarga tersangka
dinilai tidak kooperatif.
Hal ini juga disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumut,
Kombes Hadi Wahyudi. Berdasarkan keterangan, jika kuasa hukum Apin BK
telah mendampingi anak, istri, dan adik hingga orang tua dalam
pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Sumut pada 27 September lalu.
Namun, pada 28 September 2022, pihak Apin BK meminta
pemeriksaan ditunda hingga keesokan harinya. Tetapi setelah itu tidak
berkomunikasi dengan kliennya.Apin BK alias Jonni telah dijerat pasal
perjudian. Tidak hanya itu, ia juga terkena pasal Tindak Pidana
Pencucian Uang atau TPPU.
Penyidik juga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak semua sirkulasi dan transaksi
uang oleh Apin BK. “Penyidik juga mencekal keluarga AB yang terdiri
dari istri dan anaknya,” terang Hadi. (bing).
