Bandung, hariandialog.co.id.- 5 Maret 2026 — ASEAN Foundation, dengandukungan Google.org, melalui AIprogram AI Ready ASEAN menyelenggarakan Workshop AI Ready ASEANbertajuk“Empowering Students for the Future: AI Literacy for a DigitalASEAN” di SMP Plus Muthahhari,Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yangdiikuti sekitar 500 siswa. Kegiatan ini bertujuan memperluas literasikecerdasan artifisial (AI) dan membekali pelajar dengan pemahamandasar serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari agar lebih siapmenghadapi era transformasi digital dan berkontribusi dalam ekosistemdigital ASEAN. Sejak diluncurkan, program ini telah menjangkau lebih dari 6juta penerima manfaat di kawasan ASEAN, dengan lebih dari 100.000peserta menyelesaikan pelatihan AI secara mendalam dan lebih dari3.500 Master Trainers diberdayakan untuk memperluas dampakpembelajaran secara berkelanjutan. Capaian ini mencerminkan komitmen regional dalam menyiapkantalenta digital yang adaptif sekaligus memastikan pemanfaatan AIdilakukan secara bertanggung jawab dan inklusif. Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Indonesia memegangperan penting mengingat besarnya populasi usia muda dan potensi bonusdemografi yang dimiliki. Karena itu, sekolah menjadi salah satu fokusstrategis dalam memperluas jangkauan program. Sebagai ruangpembelajaran formal yang membentuk karakter, pola pikir, dankompetensi dasar generasi muda, sekolah dinilai sebagai titik awalyang efektif untuk menanamkan literasi AI sejak dini. “Kami percayasetiap pelajar, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkankesempatanyang sama untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial.Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentangmembuka pintu peluang bagi generasi muda untuk bermimpi lebih besar,berinovasi, dan memberi dampak positif bagi komunitasnya. Melalui AI Ready ASEAN, kami ingin menumbuhkan rasa percayadiri bahwa mereka tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman,tetapi juga turut membentuk masa depan digital yang lebih inklusif danbertanggung jawab,” ujar Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEANFoundation, 5-03-2026 Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RepublikIndonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa inisiatif inimemiliki peran penting dalam pengembangan talenta AI, penguatanliterasi digital, serta penerapan tata kelola teknologi yang etissebagai fondasi transformasi nasional. Ia juga menyampaikan apresiasikepada ASEAN Foundation danGoogle.org atas kontribusinya dalam memperluas akses literasikecerdasan artifisial bagi generasi muda Indonesia.“AI tetap dapat dimanfaatkan, namun kemampuan berpikir kritisanak-anak harus tetap dijaga dan dipantau. Jangan sampai semua jawabandicari dari AI hingga menimbulkan ketergantungan. Peran guru dan orangtua sangat penting dalam memberikan bimbingan agar anak-anak dapatmenggunakan AI secara bijak dan sesuai dengan etika. Karena itu, paraguru dan orang tua juga perlu terus meningkatkan kapasitas diri agartidak tertinggal dalam perkembangan teknologi. Dengan pendampinganyang tepat, saya yakin generasi muda kita akan semakin siap menghadapitantangan zaman. Berpikir kritis dan berpikir komputasional harusmenjadi prioritas,” ujar Wakil Presiden, (rils/tob)
