Jakarta, hariandialog.co.id. BRI sebagai lembaga keuangan mengambil
peran dengan mengucurkan 83,27% dari total kredit kepada pelaku UMKM
per kuartal II-2022. Langkah ini untuk membantu UMKM yang menjadi
tulang punggung pertumbuhan perekonomian Indonesia.
“Pelaku usaha di Indonesia sebanyak 98,7% adalah skala
UMKM. Itu baru jumlah pelakunya, tapi kontribusinya terhadap produk
domestik bruto mencapai 68%, artinya sebenarnya PDB kita itu mayoritas
dikontribusi oleh bisnis yang skalanya UMKM,” tegas Sunarso dalam
keterangan resminya, Minggu (9/10/2022).
Menurut Sunarso, dari sisi penyerapan tenaga kerja 97,22%
tenaga kerja di Indonesia itu pekerja dia segmen UMKM, jadi ini
menjadi penting dan strategik dalam konteks negara, karena tugas utama
negara adalah mensejahterakan rakyatnya, dan cara yang paling baik
dalam mensejahterakan rakyat adalah dengan memberi pekerjaan
Fokus BRI dalam memberdayakan dan membangkitkan aktivitas
pelaku UMKM pada saat pandemi tersebut, menjadi penggerak kinerja
keuangan BRI. Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian
(BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp24,88 triliun
atau tumbuh 98,38% year on year (yoy) dengan total aset meningkat
6,37% yoy menjadi Rp1.652,84 triliun.
Perjalanan BRI Group dalam mencapai visi UMKM naik
kelastentu banyak dihadapkan dengan tantangan, mulai dari pandemi
COVID-19 hingga gejolak ekonomi global. Oleh karenanya selama pandemi,
strategic response yang dilakukan BRI adalah dengan menyelamatkan UMKM
melalui strategi business follows stimulus. “Agar stimulus berjalan
efektif, BRI menyiapkan empat syarat. Pertama, harus ada dananya,
yaitu memastikan anggarannya tersedia. Kedua, data pihak yang
mendapatkan stimulus tersedia. Ketiga, kami akan menyiapkan sistem
yang kredibel dan reliable agar stimulus tersebut tepat sasaran. Dan
keempat, adalah komunikasi secara terus menerus kepada masyarakat,”
tuturnya seperti ditulis okzn.
Sunarso menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sumber
pertumbuhan bisnis baru yang berkelanjutan. Oleh karenanya, BRI akan
terus konsisten melakukan perluasan fungsi anak usaha. (diah).
