Jakarta, hariandialog.co.id.-Bea Cukai Lhokseumawe mencatat hasil
signifikan dalam penindakan selama paruh pertama tahun 2025.
Bea Cukai tidak jalan sendiri tapi bersinergi Aparat Penegak
Hukum (APH) yakni TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), dan
berhasil menggagalkan penyelundupan barang impor ilegal, rokok tanpa
cukai, dan peredaran narkotika dengan total barang bukti lebih dari
1,1 ton.
Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi,
menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas
sektor dan komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan negara. “Hasil ini
merupakan wujud nyata dari kolaborasi semua pihak dalam menjaga
kedaulatan negara, menegakkan hukum, dan menyelamatkan generasi muda
dari ancaman narkoba,” ujar Agus.
Potensi kerugian negara yang berhasil dicegah dari sektor
kepabeanan dan cukai diperkirakan lebih dari Rp1 miliar. Lebih jauh
lagi, keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika diperkirakan telah
menyelamatkan negara dari potensi biaya rehabilitasi hingga Rp3,95
triliun.
Menurut Agus, keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil
dari operasi berbasis intelijen dan kerja sama erat dengan aparat
penegak hukum. “Penindakan kami lakukan berdasarkan hasil intelijen
yang matang dan kerja sama lintas instansi. Ini adalah bukti bahwa
upaya pengamanan wilayah dari peredaran narkotika dilakukan secara
serius dan terukur,” jelasnya, tulis tempo. (rojak-01)
