Tasikmalaya, hariandialog.co.id – Produksi briket arang balok yang dihasilkan CV. Mandiri Persada yang berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat mengalami lonjakan pesat, seiring meningkatnya permintaan akan ekspor briket arang balok yang dihasilkannya.
Produk briket dari CV Mandiri Persada ini telah menembus pasar ekspor negara-negara Timur Tengah mulai dari Lebanon, Iraq, dan Maroko. Sedangkan pasar ekspor Eropa masuk ke Jerman, dan kawasan Asia ke Hongkong.
Terakhir UMKM yang beralamat di Neglasari Jamanis, Tasikmalaya, Jawa Barat melakukan ekspor produk briket arang balok ke Hongkong dan Irak, sebanyak 18 ton senilai Rp305 juta, dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebesar Rp14.200 per dollar AS, dan ke Irak sebanyak 26 ton dengan nilai Rp316 juta.
Menyikapi keberhasilan CV Mandiri Persada melakukan eksport briket arang balok ke mancanegara, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Mengkop UKM) Teten Masduki, mengapresi apa yang telah ducapai UMKM tersebut.
Menurut Teten hal ini tak lepas dari adanya dukungan LPDB-KUMKM melalui Koperasi (
Koperasi Makmur Mandiri) usaha ekspor briket arang balok ini mampu meningkatkan ekspornya. Dimana sebelumnya setiap bulan hanya bisa melakukan ekspor sebanyak 6 kontainer, kini CV Mandiri Persada mampu mengekspor 19 kontainer setiap bulannya.
“Sosok usaha kecil seperti CV Mandiri Persada ini yang harus terus kita kembangkan dan besarkan agar naik kelas,” ungkap Teten, saat melepas ekspor briket arang balok CV Mandiri Persada, di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11/9).
Selain Hongkong dan Irak, briket arang balok CV Mandiri Persada juga sudah menghiasi pasar belasan negara lainnya di Eropa, Asia, hingga Amerika. Di antaranya Lebanon, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Brazil, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Turki, dan sebagainya.
Sementara Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo mengatakan, produk briket arang dari UKM Tasikmalaya ini telah mampu menembus pasar global seiring dengan adanya permintaan ekspor ke negara-negara di Timur Tengah, Asia, dan Eropa.
“Sejalan dengan program pemerintah, saat ini produk dari koperasi sektor riil maupun produk UMKM berorientasi ekspor tengah ditingkatkan, baik dari sisi produksi, akses pasar, tata kelola, dan pembiayaan,” ungkap Supomo.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga mendorong peningkatan pembiayaan koperasi sektor riil melalui LPDB-KUMKM.
“Harapannya, semakin banyak koperasi sektor riil yang mengakses pembiayaan dari LPDB-KUMKM yang mudah, murah, dan cepat, serta mampu memberikan pembiayaan yang akuntabel dan profesional kepada para anggota dan pelaku UMKM yang tergabung dalam koperasi,” papar Supomo.
Sementara itu, Direktur CV Mandiri Persada Dewi Sinta mengungkapkan bahwa Mandiri Persada merupakan anggota dari Koperasi Makmur Mandiri (KMM) yang juga mitra LPDB-KUMKM.
“Sejak dibina KMM dan LPDB-KUMKM, ekspor briket yang tadinya hanya 6 kontainer menjadi 19 kontainer perbulan,” ungkap Dewi.
Untuk pembiayaan, produsen briket arang balok ini telah mendapatkan pembiayaan dari KMM sebesar Rp2,5 miliar melalui dua tahap. Yakni, pada 2020 sebesar Rp1,5 miliar dan 2021 sebesar Rp1 miliar.
“Itu digunakan sebagai modal kerja, mulai dari produksi, proses ekspor, dan pembelian bahan baku,” kata Dewi.
Dewi menjelaskan, produk dari CV Mandiri Persada ini menggunakan bahan baku batok kelapa dan arang bambu alami yang ramah lingkungan untuk kebutuhan bahan bakar domestik. Mulai dari memasak, pemanggangan, pengasapan pipa air, serta kebutuhan sisha, hookah, dan argileh.
Lebih dari itu, menurut Dewi, usaha briketnya juga melibatkan masyarakat di dua kampung, atau sekitar 80-an kepala keluarga.
“Ke depan, bila kapasitas produksi kita tingkatkan, maka jumlah tenaga kerja akan kita tambah,” tandas Dewi.
Anggota Komisi VI DPR RI M Husein Fadlullah yang turut hadir di sana mengatakan, usaha kecil seperti ini sangat layak untuk dibesarkan. “Karena memiliki multiflier effect yang sangat banyak,” kata Husein.
Husein juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemenkop UKM dan LPDB-KUMKM terhadap UMKM, seperti yang dilakukan untuk produkdi briket arang balok ini.
“Saya sudah melihat langsung usaha produksi briket arang ini, dan mampu melakukan ekspor ke bebagai negara. Dimana ditengah pandemi ini, ternyata kita masih banyak punya harapan dan punya peluang untuk meningkatkan perekonomian negara kita.” ungkap Husein.
Sebagai mitra Kemenkop UKM, Komisi VI DPR RI menurut Husein, apa yang telah dilakukan Kemenkop UKM melalui LPDB-KUMKM sebagai contoh bagaimana negara hadir untuk terus menerus memberikan suportnya kepada masyarakat umtuk cepat bangkit menghadapi perekenomian kedepannya.
Pada kesempatan itu Husein juga meminta kepada Dirut LPDB-KUMKM, Supomo untuk terus bersedia membantu peningkatan usaha briket arang yang ada di Tasikmalaya ini. Khususnya dalam pembiayaan, terutama mendukung modernisasi mesin produksi, yang dinilaimya perlu ditingkatkan guna menambah jumlah pruduksi, yang permintaan ekspornya terus meningkat.(rizal)
