
MEDAN, hariandialog.co.id – Kementerian UMKM menggelar Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara di USU, Kamis (20/8/2026), sebagai jembatan bagi wirausaha hasil inkubasi untuk mengakses pembiayaan, pasar, teknologi, dan kemitraan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan bursa ini bagian dari ekosistem berkelanjutan. Targetnya, 500 UMKM di Sumut dibina secara komprehensif mulai dari legalisasi, pelatihan, hingga akses pemasaran. “Kita optimalkan 17 lembaga inkubator di Sumut untuk menjangkau UMKM. Tujuannya agar mereka naik kelas dan produktif,” ujar Maman.
Penguatan dilakukan lewat 3 tahap: PRO-KESRA Produktif untuk pembinaan, Bursa Wirausaha Unggulan untuk business matching, dan SAPA UMKM untuk pendampingan pasca inkubasi.
Maman menyebut keberhasilan program diukur dari tindak lanjut berupa pembiayaan dan transaksi. Di Sumut, penyaluran KUR sudah Rp11 triliun untuk 168 ribu debitur. Lewat Bank Sumut, KUR tersalur Rp954 miliar. Kementerian UMKM akan dorong kuota Bank Sumut naik jadi Rp2 triliun.
Maman menambahkan, penguatan kewirausahaan nasional juga memperoleh landasan melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
Target rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045 membutuhkan ekosistem yang sehat, kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lebih banyak wirausaha produktif. “Kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan, rapat, dan logo bersama. Kolaborasi harus membuka akses, melahirkan transaksi, memperluas pasar, menghadirkan pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Maman.
Maman juga berharap universitas terus mengambil peran sebagai simpul kolaborasi yang mempertemukan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, pembiayaan, dan dunia usaha. Kampus, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat menyiapkan pencari kerja, tetapi juga ruang untuk melahirkan generasi pencipta lapangan kerja.
Sementara itu Gubernur Sumut Bobby Nasution menyebut Sumut punya 1,4 juta UMKM dengan rasio kewirausahaan 4,1%. Namun 99,55% masih usaha mikro.
“Ini PR kita bersama. Pemprov berkomitmen dukung UMKM naik dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah,” kata Bobby.
Rektor USU Prof. Muryanto Amin menyatakan kampus siap menjadi simpul kolaborasi antara riset, pembiayaan, dan dunia usaha untuk melahirkan pencipta lapangan kerja baru. (zal)
