Tegal, hariandialog.co.id.- Calon Wakil Presiden nomor urut 1,
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat berkampanye menyoroti adanya
pengangguran di mana-mana. Cak Imin menjanjikan membuka 15 juta
lapangan pekerjaan.
“Kita lawan mafia. Mas Anies dan saya akan pimpin
langsung untuk berantas mafia. Sopo seng kek nganggur? Loh kok akeh.
Ini tidak boleh dibiarkan ini harus dilakukan perubahan. Harus
dilakukan perubahan. Mas Anies dan saya yang akan memimpin perubahan.
Kami tidak mau ambil diam. Kami akan turun tangan. InsyaAllah 15 juta
lapangan kerja kita buka untuk warga Indonesia,” kata Cak Imin dalam
kampanye akbar di Lapangan Pendawa, Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa
(30-1-2024).
Cak Imin mengungkapkan masih banyak petani yang
diabaikan oleh pemerintah. Dia pun meminta pendukungnya untuk
memberikan dukungan agar bisa menciptakan perubahan. “Petani kok
diabaikan. Ngawur apa ngawur? Petani disia-siakan. Coblos nomor satu.
Pengangguran dimana-mana, lakukan perubahan. Kalau saya bilang AMIN
jawab menang? Perubahan? AMIN. AMIN menang-menang?,” ungkap Cak Imin.
Cak Imin menyampaikan penyebab petani kesulitan pupuk
hingga banyaknya pengangguran akibat pemerintah yang lalai. “Ini semua
karena kepemimpinan yang lalai. Mau dilanjutkan? Mau diteruskan? Lah
wo kok ono seng gelem mau melanjutkan. Coblos nomor satu. Moso koyok
ngono mau dilanjutkan. Ngawur kok dipelihara. Katanya kemiskinan
turun, ternyata kemiskinan diturunkan. Menang nomor satu,” sebut Cak
Imin tulis detik.com.
Dia juga kembali menyebut masih ada wasit yang merangkap
sebagai pemain. Dia pun menegaskan hal tersebut tidak boleh dilakukan.
Dia menekankan akan lebih banyak mendengarkan rakyat dan menggunakan
ilmu pengetahuan dalam menjalankan pemerintahan jika terpilih. “Dulur
dulur semua yang saya cintai. Problem utama pemain merangkap wasit.
Seng gawe aturan merangkap wasit. Pemain tidak boleh ikut aturan.
Rakyat yang jadi penentu pembuat aturan. Saya dan Mas Anies pokoknya
sepakat mendengarkan dua pihak. Pertama rakyat, kedua mendengarkan
ilmu pengetahuan,” ucap Cak Imin.
“Saya ketemu porter di stasiun, cleaning service di
Bandara. semuanya menyatakan perubahan. Perubahan suara rakyat.
Perubahan tuntutan rakyat. Perubahan kehendak rakyat. Mari kita
wujudkan,” imbuhnya. (dika-01)
