
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Dalam rangka memperingati World Rabies Day (WRD) 2026, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar serangkaian kegiatan preventif, mulai dari layanan vaksinasi rabies gratis hingga sosialisasi kesehatan hewan. Acara puncak penanganan rabies ini disiarkan secara khusus melalui siniar (podcast) Instagram pada Senin, 28 September 2026.
Meskipun kasus positif rabies pada hewan terakhir tercatat pada tahun 2020 dan pada manusia di tahun 2023, status KBB hingga kini masih dikategorikan sebagai wilayah tertular. Tingginya mobilitas hewan serta populasi hewan liar membuat ancaman virus mematikan ini tetap nyata.
Langkah Strategis dan Layanan Kesehatan Hewan Gratis
Sebagai upaya menekan risiko penularan, Dispernakan KBB menggencarkan program Vaksinasi Rabies Gratis dengan target 2.000 dosis. Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama klinik hewan swasta, komunitas, serta mitra strategis.
Beberapa kegiatan nyata yang telah dan sedang berjalan meliputi:
- Vaksinasi Massal: Telah dilaksanakan di berbagai perumahan serta kolaborasi bersama Indogrosir Padalarang dan Jogya Junction Lembang (bekerjasama dengan RSH Jawa Barat serta PDHI Jabar 1).
- Sterilisasi Kucing Bersubsidi: Menyasar 100 ekor jantan dan 100 ekor betina sejak awal September 2026 di Klinik Hewan Cempakamekar dan Klinik Hewan Cisarua, guna mengendalikan populasi hewan penular rabies (HPR).
Penanganan Luka Gigitan dan Responsible Pet Ownership
Dalam sesi edukasi, masyarakat diimbau untuk tidak menganggap enteng luka gigitan hewan seperti anjing, kucing, atau kera. Pertolongan pertama yang paling krusial adalah mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun/detergen selama 15 menit, yang terbukti mampu mengurangi jumlah virus hingga 80%. Setelah itu, korban harus segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Serum Anti Rabies (SAR).
Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari mitos keliru seperti mengobati luka gigitan dengan cabai, bawang, atau minyak, serta menghindari pengobatan tradisional yang dapat memperlambat penanganan medis.
Dispernakan KBB mengajak seluruh pemilik hewan untuk menerapkan prinsip Responsible Pet Ownership (Pemilik Hewan yang Bertanggung Jawab) dengan cara:
- Melakukan vaksinasi rabies secara rutin setiap satu tahun sekali.
- Tidak melepasliarkan hewan peliharaan.
- Memberikan pakan dan kesejahteraan hewan yang layak.
- Mengendalikan reproduksi melalui sterilisasi.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga medis veteriner, dan kesadaran masyarakat. (Nagon)
