
Kota Bekasi, hariandialog.co.id- Kabar baik bagi warga Bekasi dan sekitarnya. Dalam rangka memperingati World Sight Day 2026 Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Bekasi bersama RS Hermina Grand Wisata dan berbagai mitra menggelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat umum.
Kegiatan ini mengusung tema “Kembali Melihat Jernih, Menjalani Hidup Lebih Bermakna” sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak untuk bisa kembali beraktivitas secara produktif.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahap 1 skrining mata pada Minggu, (04/10/2026) lalu pada jam 08.00 – 13.00 Wib dan tahap 2 pelaksanaan operasi katarak yang dilaksanakan pada hari ini, Minggu (18/10/2026) dari pukul 07.00 – selesai.
Sebanyak 150 warga Kota dan Kabupaten Bekasi yang sudah terdaftar dan lolos skrining menjalankan operasi katarak gratis.
Ketua PERDAMI Cabang Bekasi, dr. Retno Unggul Hapsari, SpM, MH mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi profesi untuk membantu pemerintah dalam menekan angka kebutaan di Indonesia.
“Katarak menempati peringkat pertama penyebab kebutaan tertinggi, jauh di atas penyebab lainnya seperti glaukoma atau kelainan refraksi, hal inilah yang mendorong kami untuk ikut andil membantu Pemerintah mengatasi tingginya angka kebutaan, terutama untuk masyarakat tidak mampu,” terangnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RS Hermina Grand Wisata dr. Roni Albert Wijaya, MARS, FISQua beserta jajaran, Pimpinan Gerakan Mata Hati dan Kompas Gramedia Wandi S. Brata dan Stephen Pandji, Pimpinan Yayasan Lions Club Indonesia Hendri Siaril dan Nathalia Chew.
Perwakilan PERDAMI Pusat Departemen Penanggulangan Buta Katarak dr. Rizal Fanani, SpM(K) dan dr. Andi Elizar Asriyani, SpM, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang diwakili Kabid Pelayanan Kesehatan dr. Oriza Rosariva, MM, MSi.
Lebih lanjut, dr. Retno menegaskan bahwa bagi PERDAMI Bekasi, organisasi ini tidak hanya sekadar tempat berkumpulnya dokter mata, namun harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kami ingin keberadaan PERDAMI benar-benar terasa manfaatnya. Tidak harus selalu operasi katarak, bisa melalui edukasi, skrining dan deteksi dini, pencegahan kebutaan, dan membuka akses pelayanan. Karena ketika penglihatan seseorang berkurang, yang terdampak bukan hanya matanya, tapi kemandiriannya, aktivitasnya, bahkan keluarganya,” jelasnya.
Menurutnya, semangat World Sight Day adalah pengingat bahwa menjaga penglihatan bukan hanya tugas dokter mata, melainkan perjuangan bersama lintas sektor.
“Ketika seseorang dapat melihat kembali dengan lebih baik, yang kita kembalikan bukan sekadar tajam penglihatannya, tapi kemandirian, kepercayaan diri, dan kualitas hidupnya,” tambah dr. Retno.
Atas nama PERDAMI Cabang Bekasi, ia menyampaikan terima kasih kepada RS Hermina Grand Wisata, PERDAMI Pusat, Gerakan Mata Hati, keluarga almarhum Bapak Pandji Wisaksana, Kompas Gramedia, Yayasan Lions Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dan IDI Kabupaten Bekasi yang telah berkolaborasi.
Ia pun menutup dengan pesan: Karena satu mata yang kembali melihat, bisa mengubah satu kehidupan.
Sementara Manajer Pelayanan RS Hermina Grand Wisata, dr Ali Romansa mengaku sangat antusias dengan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak untuk masyarakat secara gratis ini.
“Kami sangat mendukung dan mensuport kegiatan ini, apalagi acara ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, ” ucapnya.
Dalam kegiatan bakti sosial yang berkolaborasi dengan PERDAMI Bekasi, pihak RS Hermina Grand Wisata memfasilitasi sarana dan prasarana untuk mendukung operasi katarak agar berjalan lancar.
“Harapannya kegiatan bakti sosial operasi katarak ini bisa bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat luas, ” ungkapnya.
Pasien bernama Mariyamah (64) warga Desa Setiadarma, Tambun Selatan mengaku senang operasi kataraknya berjalan lancar.
Terlebih dalam kesehariannya Ibu Mariyamah berjualan nasi uduk, ia berharap mata yang katarak bisa sembuh sehingga membantu mempermudah aktivitasnya berjualan.
“Terima kasih untuk pihak rumah sakit dan Perdami Bekasi, semoga setelah operasi, mata saya bisa melihat dengan jelas, tidak lagi burem, ” ucapnya terharu.
Begitu juga diungkapkan Bapak Agustinus Suwardi (60), merasa senang lantaran operasi katarak ini gratis dan harapannya matanya tidak lagi buram.
“Semoga mata menjadi terang dan tidak burem lagi, harapannya kegiatan ini makin banyak yang mendapatkan manfaat, ” tutupnya. (Sf/ram)
