Jakarta, hariandialog.co.id.- Program Makanan Bergizi Gratis disebut
memangkas hingga 1 jam pelajaran sekolah
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Kabinet Bayangan Iman Zanatul Haeri berdasarkan survei yang dilakukan
pihaknya.
Bahkan, Iman menyebut bahwa program nasional pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto ini menjadi dampak merugikan bagi guru dan
siswa. “Dan ini kerugian terbesar,” katanya saat dihubungi
Pikiran-Rakyat.com, Minggu (18/10/2026)
Lebih lanjut, Iman juga menyoroti program MBG yang dinilai
seolah mengatur tenaga pengajar untuk ikut terlibat aktif dalam
pendistribusian ompreng ke murid-murid di setiap kelas. “Menurut UU
guru dan dosen, guru itu pekerjaannya bukan membagikan makanan,
mencium-cium, mengendus-endus makanan, tapi tugasnya adalah mengajar,
membimbing siswa, mengevaluasi siswa dan ini menurut saya dampak
paling berbahaya,” ucapnya.
Memasuki 2 tahun kepemimpinan Prabowo, Iman mempertanyakan
nasib kesejahteraan guru yang hingga saat ini masih terabaikan “Mau
sampai kapan pemerintah tidak melaksanakan amanat konstitusi? Tidak
melaksanakan perintah MK untuk mengembalikan 20 persen (anggaran, Red)
untuk pendidikan,” ujarnya secara tegas.
Dampak lain dari adanya program Makan Bergizi Gratis juga,
ucapnya, membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah terganggu hingga
tak lagi efisien meski menerapkan pembelajaran jarak jauh, tulis pr.
(kiano-01)
