Jakarta, hariandialog.co.id.- — CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkap perkembangan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ia mengatakan jumlah BUMN yang masuk dalam proses pemangkasan kini mencapai 354 perusahaan. “Pemangkasan sekarang sudah di 354 (perusahaan BUMN),” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Rosan mengatakan aset dari BUMN yang dikurangi tidak seluruhnya langsung ditutup. Sebagian besar entitas yang dikurangi disebut sudah dalam kondisi dormant atau tidak lagi menjalankan kegiatan usaha, meski entitas perusahaannya masih ada.
Selain itu, pemerintah melakukan konsolidasi melalui penggabungan sejumlah perusahaan. Salah satunya enam perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing perbankan BUMN kini digabung menjadi satu.
Menurut Rosan, proses konsolidasi dilakukan melalui berbagai skema, termasuk penggabungan secara vertikal, horizontal, maupun penggabungan perusahaan yang memiliki jenis usaha serupa. “Kita punya 137 hotel supaya menjadi lebih efisien. Kita punya rumah sakit hampir 75, juga ini kita gabungkan. Jadi, ada beberapa yang kita lakukan dalam rangka streamlining, streamlining di BUMN-BUMN ini,” kata Rosan.
Rosan mengatakan proses streamlining BUMN akan terus dilakukan dan tidak berhenti pada jumlah tertentu hingga akhir tahun. Menurutnya, pemerintah sebelumnya memiliki lebih dari 1.000 perusahaan BUMN, tepatnya 1.074 entitas, tulis cnni. (pitta-01)
