Jakarta, haiandialog.co.id.- Penyidik Direktorat Tindak Pidana
Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri terus mendalami kasus
dugaan investasi bodong robot trading Fahrenheit. Kerugian yang
ditanggung para korban mulai terdata.
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Gatot Repli Handoko
menerangkan, ada 27 korbaninvestasi bodong itu telah dimintai
keterangan. Total kerugian mencapai miliaran rupiah. “Kerugian dari
para korban sebesar Rp 124.495.439.139,” kata Gatot kepada wartawan,
Senin (18/4/2022)
Selain itu, penyidik turut menyita harta benda milik
Hendry Susanto, bos PT FSP Akademi Pro, perusahaan yang mengelolah
robot Trading Fahrenheit. “Ada 1 unit apartemen di Taman Anggrek
seharga Rp 2 M,” ujar dia.
Tak hanya itu, penyidik memblokir rekening yang berhubungan
dengan kasus investasi bodong Robot Trading Fahrenheit. “Nilai sekitar
Rp 44,5 M terkait kasus Fahrenheit,” ujar dia.
Sebelumnya, kepolisian membongkar modus investasi bodong yang
dijalankan oleh PT FSP Akademi Pro melalui Robot Trading Fahrenheit.
Poduk Robot Trading Fahrenheit dikenalkan oleh tersangka kepada calon
investor. Klaimnya, uang yang ditanamkan investor dikelolah secara
otomatis oleh robot dan bisa terhindar dari kerugian.
Harga robot disesuaikan dengan nominal yang diinvestasikan investor.
Semisal, investor menanamkan uang senilai 500 USD maka perhitungannya
50% keuntungan diberikan kepada member atau anggota. Sementara 50%
untuk operasional Robot Trading Fahrenheit.
Robot Trading Fahrenheint beroperasi sejak 2019. Dipastikan, investasi
Robot Trading Fahrenheit hanya tipu-tipu belaka
Libatkan Publik Figur?
Kasus penipuan investasi melalui aplikasi robot trading
Fahrenheit yang ditangani Bareskrim Polri diduga melibatkan sejumlah
publik figur yang ikut mempengaruhi masyarakat untuk bergabung. Hal
ini diungkapkan kuasa hukum korban, Oktavianus Setiawan.
Menurut Oktavianus, keterlibatan sejumlah publik figur yang hadir
mengisi acara galla dinner Fahrenheit bulan Januari 2022 lalu di Bali,
sejumlah publik figur tersebut di antaranya penyanyi wanita berinisial
YS dan penyanyi solo pria berinisial SS. “Yang kami soroti adalah yang
bersangkutan (YS dan SS) adalah publik figur dan kehadiran dia
otomatis lebih meyakinkan bagi para korban untuk turut hadir di dalam
acara tersebut,” kata Oktavianus seperti dilansir Antara.
Oktavianus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik
terkait adanya keterlibatan sejumlah publik figur dan meminta penyidik
untuk melakukan klarifikasi terhadap para artis tersebut.
Selain publik figur, Oktavianus juga menduga adanya keterlibatan Ketua
Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) Alister
Susanto dalam perkara tersebut. Karena turut hadir dalam acara galla
dinner Fahrenheit di Bali.
Dalam acara tersebut, kata dia, Alister memberikan kata
sambutan yang bermuatan ajakan untuk berinvestasi di Fahrenheit.
“Dalam acara menjelaskan yang intinya dalam kondisi pandemi sekarang
ini bapak/ibu berada di bisnis yang tepat, saya menyarankan setelah
ini ajak teman2 bapak/ibu, saudara bapak/ibu untuk bisa bergabung di
dalam bisnis ini’ ada unsur ajakan,” kata Oktavianus. (fartob)
