
Denpasar-hariandialog.co.id– Wajah Wajah bahagia terpancar dari ratusan bahkan ribuan masyarakat terdiri anak anak, Ibu ibu dan pemuda dan orang tua warga sekitar Padang Sambilan Kelod Denpasar, dan Kab/Kota khusus di halaman Kantor Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Bali (LDII ), dengan sabar menunggu pembagian Daging kurban Memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.Pembagian daging kurban ini, rutin dilakukan setiap Perayaan Idul Adha.
Ketua DPW LDII Bali, Drs. H. Olih Solihat Karso, M.Sn.,akrab dipanggil Pak Olih mengatakan, selain membagikan puluhan ribu kantong daging kurban, juga melakukan tradisi Ngejot ( Menghantarkan/Membagikan daging Kurban ) langsung ke rumah Ketua Desa Adat Bali dan Tokoh Agama Hindu/Pedande ),juga tokoh masyarakat lainnya,” Hal sudah menjadi komitmen LDII memperkuat solidaritas sosial dan toleransi antarumat beragama, “ terang Olih usai pembagian daging kurban, kepada media.

Kegiatan melibatkan desa adat, aparat keamanan termasuk pecalang, serta tokoh masyarakat sekitar. kebersamaan lintas elemen adalah kunci keberhasilan kegiatan tersebut.“Kami tidak bisa sendiri. Ini kerja sama banyak pihak, demi memperkuat tali persaudaraan di masyarakat Bali yang plural,” kata Olih.
Ia menyebut Tahun ini, sebanyak 145 ekor sapi dan 275 ekor kambing disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat luas se – Bali dimasing masing perwakilan LDII di Kabupaten di Bali yang diperkirankan jumlahnya lebih dari 10 ribu kantong Daging Kurban dibagikan dipusatkan di Kantor DPW LDII Bali, di Padangsambian, Denpasar Barat, Jumat (6/6/2025).
Kegiatan LDII Bali diapresiasi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, yang hadir jelang pemotongan hewan kurban bahkan ia menyerahkan se ekor hewan kurban kambing kepada pihak pengurus LDII sekaligus menyampaikan pesan kebersamaan lintas agama.
Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan, Idul Adha ini bukan hanya perayaan umat Islam, tapi kebahagiaan seluruh masyarakat. Bahkan yang tidak beragama pun bisa ikut merasakan manfaatnya,kebersamaan ini ciri persatuan dan kesatuan Indonesia oleh umat beragama dalam bingkai Pancasila, ” kata Ida Pangelingsir.
Pelaksanaan kurban oleh LDII sejalan dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia juga mengapresiasi keberlanjutan tradisi ngejot sebagai praktik nyata Islam yang rahmatan lil alamin,“ Kegiatan ini layak digaungkan ke seluruh Indonesia, dari LDII Bali, “ ungkap Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Hewan kurban,sebelum dipotong sebelumnya melalui pemeriksaan kesehatan sesuai standar syariat,distribusi dilakukan merata, termasuk kepada warga non-Muslim di sekitar lokasi,” Setelah pemotongan, dibagikan juga kepada tetangga beragama Hindu, Kristen, bahkan yang tidak beragama. Ini bukan hanya soal berbagi daging, tapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga harmoni,” ujar Ketua I DPW LDII . H. Hardilan, SH. ( NL )
