Jakarta,hariandialog.co.id – Untuk memperkuat jejaring dengan para mitra kerja di era digitalisasi saat ini, media dituntut bergerak cepat dalam menyampaikan informasi yang akurasi informasi. Sebagai profesi Jurnalis sangat dibutuhkan menjadi gerbang komunikasi pemerintah kepada masyarakat dan sebaliknya.
Pemerintah adalah institusi pelayanan publik sehingga masyarakat sebagai penggunanya selalu membutuhkan informasi tentang pemerintahan sehingga dapat kita katakan bahwa pemerintah adalah narasumber abadi media karena bahan beritanya tidak pernah akan pernah habis digali.
Guna untuk membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan media sebagai mitra kerja yang dapat mendukung program kerja Pemerintah. Tujuan komunikasi yang baik dengan media yaitu untuk mengubah opini, membangun (membina) reputasi (nama baik), mempertahankan citra (image)sebuah brand, membangun hubungan baik (relationship) meluncurkan sebuah produk (jasa,ide), menangani krisis komunikasi,memanfaatkan “kekuatan”pihak ketiga untuk mendorong program, jasa,layanan kesehatan dll.
Jurnalis yang biasa di panggil Wartawan ada 2 yaitu berkompeten dan berkerja berdasarkan kode etik profesi, kemudian ada juga wartawan “bodrex” dengan misi mencari uang dan dari media yang tidak jelas.
Membangun jaringan dengan media dengan pola yang dilakukan bersifat formal dan informal. Formal dengan mengirimkan opini, saran pers, undangan media, konferensi pers, sedangkan informal dilakukan dengan kontak langsung antara humas dengan wartawan dalam hubungan personal.(Rizky).
