
Medan, hariandialog.Co.Id I Kilas balik perekonomian 2024, Sumatera Utara menjadi kontributor utama wilayah Sumatera dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding mayoritas provinsi lainnya, Pertumbuhan ekonomi Sumatera keseluruhan 2024 diprakirakan sebesar 4,1-4,9%, dan Sumatera Utara sebesar 4,7-5,5%.
Hal tersebut di sampaikan Kepala Bank Indonesia Wilayah Provinsi Sumatera Utara IGP Wira Kusuma dalam pemaparannya dalam acara Bincang Bareng Media (BBM) bersama sejumlah wartawan Narasumber BBM dengan di dampingi Suharman Tabrani Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut dan
Iman Gunadi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, kamis, (19/12/2024) di Medan.
Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara IGP Wira Kusuma mengungkapkan bahwa Mengintensifkan monitoring harga dan ketersedian pasokan terus dilakukan baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota. Selain itu, peningkatan produksi dan produktivitas terus didorong agar ketersedian pasokan di Sumut terus terjaga dan aman, ucapnya.
Di sejumlah daerah sentra hortikultura, seperti Karo, Langkat, dan Deli Serdang. Mengintensifkan monitoring harga dan ketersedian pasokan terus dilakukan baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota. Selain itu, peningkatan produksi dan produktivitas terus didorong agar ketersedian pasokan di Sumut terus terjaga dan aman Kelancaran Distribusi: Sidak pasar, Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan Fasilitasi Distribusi Pangan kepada truk pengangkut sembako
Ketersediaan Pasokan Mendorong peningkatan produksi melalui pemberian bantuan sarpras dan gerakan menanam serentak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan seluruh Kab/Kota rutin
melakukan sidak pasar guna memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bahan pangan menjelang HBKN.
Selain itu, turut mendukung Fasilitasi Biaya Distribusi (FDP) pengangkut sembako serta memperkuat Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga distribusi dan ketersediaan pangan.
Dinas Perdagangan dan Dinas Ketapang Provinsi, Kab/Kota secara aktif melaksanakan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah, yang telah dilaksanakan di 560 titik. Komoditas yang disediakan meliputi Beras, Minyak Goreng, Gula Pasir, Telur, Bawang Merah dan Cabai Merah. Selain itu, diluncurkan Toko Pantau Inflasi sebagai pusat referensi harga untuk memberikan informasi terkini dan akurat terkait harga bahan pangan, sehingga dapat membantu masyarakat dalam berbelanja secara bijak.
Kesepakatan HLM TPID Sumatera Utara menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Peningkatan intensitas upaya TPID dan satgas pangan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan, pasokan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Peningkatan peran BUMD sebagai offtaker produk pertanian dan stabilisasi harga. Penguatan kelompok tani dan perluasan program hulu – hilir produk pertanian untuk pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan petani.
Penyusunan roadmap pengendalian inflasi 2025-2027, dengan mengedepankan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani Mengoptimalkan Gerakan Penanganan Inflasi Serentak se-Sumatera Utara, Gerakan Pasar Murah Serentak se-Sumatera Utara, Gerakan Pangan Murah Serentak se-Sumatera Utara dan Gerakan. (ss)
