Jakarta, hariandialog.co.id.- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
menetapkan provinsi DKI Jakarta di level 3 transmisi komunitas
penularan COVID-19. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Rani
Mauliani memandang tingginya angka penularan karena mobilitas di Ibu
Kota lebih tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain.
“Jujur susah menanggapinya ya karena kondisi dan situasi
Jakarta berbeda dengan 33 provinsi lainnya pasti. Jadi kalau
dibandingkan apple to apple juga rasanya kurang fair, roda
perekonomian di Jakarta yang lebih hectic dibanding kota lain,
tentunya juga mobilitas orang di Jakarta juga berbeda, memang tentunya
risiko paparan juga tinggi,” kata Rani kepada wartawan, Minggu
(17/7/2022)
Rani juga menyoroti maraknya kerumunan di tempat umum.
Karena itu, dia meminta jangan sampai aparat melakukan pembiaran
terhadap pelanggaran aktivitas warga. “Kalau menurut saya imbauan
kepada Pemprov membatasi kerumunan-kerumunan orang juga perlu
diwaspadai lagi, pembiaran-pembiaran aktivitas keramaian orang perlu
di evaluasi lagi,” imbuhnya.
Politikus Gerindra itu menyadari masyarakat saat ini memasuki
fase jenuh menerapkan prokes COVID-19. Rani meminta supaya masyarakat
tidak membuka masker saat beraktivitas. “Jujur kita semua tentunya
sama-sama di titik jenuh akan pandemi ini, penggunaan masker yang
semakin lama malah bikin tambah sesak, tentunya masyarakat bukan hanya
sekedar diimbau tetapi juga perlu disupport agar terus dapat menjaga
stamina,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, WHO menetapkan provinsi DKI Jakarta
di level 3 transmisi komunitas penularan COVID-19. Data per 4 hingga
10 Juli menunjukkan provinsi DKI mencatat insiden kasus tertinggi
dibandingkan provinsi lain secara nasional.
“Di tingkat provinsi, pada pekan 4-10 Juli, DKI Jakarta
mencatat kasus tertinggi insiden dengan 73,8 per 100.000 penduduk
(diklasifikasikan sebagai level transmisi komunitas tingkat sedang
(level 3),” demikian laporan WHO situation report Indonesia, dikutip
detik, Sabtu (16-07-2022).
Sementara, 33 provinsi yang tersisa disebut WHO relatif aman
lantaran berada di level 1 transmisi COVID-19. Artinya, tingkat
penularan virus di seluruh provinsi tersebut masuk kategori rendah.
Meski begitu, WHO mengingatkan untuk selalu menerapkan
protokol kesehatan ketat demi menghindari risiko paparan infeksi
COVID-19. Meskipun 33 provinsi berada di level rendah penularan
komunitas COVID-19, di periode yang sama kenaikan kasus tetap
dilaporkan di semua wilayah. “Peningkatan insiden kasus diamati di
semua wilayah selama minggu 4 Juli hingga 10 Juli. Per 10 Juli,
insiden kasus per 100.000 penduduk meningkat menjadi 8,8 di Jawa-Bali,
0,3 di Sumatera, 1 di Kalimantan, 0,3 di Sulawesi, dan 0,5 di Nusa
Tenggara-Maluku-Papua,” katanya, membandingkan dengan laporan pekan
sebelumnya.
WHO mengingatkan peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia
juga sangat signifikan dibandingkan beberapa pekan lalu, meski angka
kematian sejauh ini tetap rendah. (pitta)
