
Jakarta, hariandialog.co.id – Mencari tempat tinggal bukanlah hal yang mudah. Apalagi bingung antara harus membeli atau sewa rumah susun. Banyak yang perlu dipertimbangkan, seperti lokasi, luas, dan yang paling penting adalah harga.
Dengan harga rumah yang menjulang tinggi tidak heran apabila sewa menjadi pilihan favorit terutama di kalangan pemuda. Seperti halnya yang di gencarkan program Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) penyediaan hunian berupa rumah susun (rusun) dengan fasilitas lengkap, dan yang paling menarik, dengan biaya sewa yang sangat terjangkau, hanya sebesar Rp10 ribu per bulan.
Hal tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak di Jakarta dan Bekasi.
Rumah susun Kemensos tersebut berlokasi di Sentra Mulya Jaya Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, serta di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat telah diresmikan oleh Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2023 dengan memiliki desain khusus dengan ukuran sekitar 7 X 6 meter yang cocok untuk keluarga kecil.
Amatan Dialog dari laman resmi kemensos.go.id harga sewa rumah susun Kemensos di Jakarta, hanya Rp 10.000 per bulan, dengan fasilitasnya dilengkapi dari tempat tidur tingkat, meja makan, dapur beserta kompor gas dan perlengkapannya hingga kamar mandi toilet duduk.
Diungkapkan Kepala Sentra Mulya Jaya, Adrianus Alla mengatakan, “Betul dikenakan biaya sewa Rp 10 ribu per bulan, yang sebenarnya akan kembali ke mereka. Semacam dana sosial,” ujarnya dari laman resmi kemensos.go.id, Sabtu (20/01/24).
Bukan cuma kamar, di rumah susun Kemensos tersebut juga tersedia berbagai fasilitas umum seperti musholla, lahan parkir, pojok baca anak, ruang serbaguna, loker, sistem keamanan CCTV, akses pembuangan sampah, jaring pengaman, aksesibilitas disabilitas, toilet disabilitas dan toilet umum, ruang tunggu di setiap lantai, dan jalur evakuasi.
Salah satu penghuni Rusun Mulya Jaya, Tito Suwignyo (62) mengatakan, sudah 10 bulan menempati Rusun Mulya Jaya. Sebelumnya ia hidup di jalanan. “Alhamdulillah, semenjak 17 tahun baru ada Ibu Menteri Sosial yang memperhatikan kami. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Menteri Risma. Apalagi bayarnya cuma Rp 10.000 per bulan. Kita tinggal masuk doang bawa badan dan pakaian,” ucap Tito dengan perasaan haru.
Tito merupakan penerima manfaat (PM) yang pernah ditemui tim Kemensos sedang memulung di daerah Kalibata. Tito sudah 17 tahun menjadi pemulung. Kini Tito mencoba peruntungannya dengan berdagang lontong sayur dan soto di daerah Mampang, Jakarta Selatan.
Selain diberikan hunian layak, Kementerian Sosial juga memberikan pemberdayaan bagi PM yang sebelumnya mempunyai pekerjaan tetapi dirasa belum dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.(Tile)
