Jakarta, hariandialog.co.id.- MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
mengungkapkan masih ada belasan ribu desa di Indonesia yang tidak
teraliri listrik. Ia mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
berupaya agar fasilitas listrik bisa menjangkau desa-desa tersebut.
“Kita tahu bahwa dari total desa yang belum ada listrik itu kurang
lebih sekitar 11 ribu,” kata Ketua Umum Partai Golkar itu di Istana
Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 28 Mei 2026.
Dari jumlah itu, ia berujar, pemerintah telah rampung mengaliri
listrik ke sekitar 1.400 desa dengan Program Listrik Desa 2025. Bahlil
mengatakan Prabowo akan segera meresmikan program tersebut pada 14
Agustus 2026.
Menurut Bahlil, Program Listrik Desa 2025 adalah langkah pemerintah
untuk mempercepat pemerataan akses listrik di berbagai wilayah.
Khususnya yang selama ini belum menikmati layanan listrik.
Mantan menteri investasi ini berujar, desa-desa yang akan diresmikan
Prabowo adalah bagian dari Program Listrik Desa 2025 yang seluruh
pekerjaannya sudah selesai. “Sudah selesai pekerjaannya. Jadi enggak
lagi kita bicara anggaran karena sudah mau diresmikan,” ucap dia.
Pemerintah, kata Bahlil, juga telah menyiapkan anggaran untuk Program
Listrik Desa 2026 dan 2027. Ia berharap program itu bisa berjalan
sesuai target. “Sekarang tinggal implementasi,” ucapnya.
Bahlil berujar Presiden Prabowo memiliki target agar seluruh desa dan
dusun di Indonesia bisa teraliri listrik pada 2029. Tahun itu
merupakan tahun terakhir periode jabatan Prabowo.
Hingga akhir 2025, Kementerian ESDM udah menyalurkan anggaran sebesar
Rp 4,35 triliun untuk program listrik desa dan penyambungan listrik
gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penugasan kepada
PLN, tulis tempo. (bagas-01)
