Jakarta, hariandialog.co.id – Gelaran Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021, sejauh ini telah berlangsung dengan lancar, sesuai ketentuan dan aturan yang harus dipatuhi terkait pandemi Covid-19.
Bahkan dari hasil evaluasi pihak-pihak terkait, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) maupun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga telah mengapresiasi gelaran yang dilaksanakan PSSI dan PT Liga Indonesia baru (LIB) yang juga operator dari Kompetisi Liga Indonesia (Liga 1 dan Liga 2) itu.
Artinya sepanjang gelaran Piala Menpora 2021 yaitu sejak digulirkan pada 21 Maret 2012 hingga partai puncak, yaitu partai final pada 25 April 2021 mendatang, semuanya diharapkan berjalan lancar, maka hal ini membuka peluang digulirkanya ajang Kompetisi Liga 1 maupun Liga 2, yang dijadwalkan berlangsng susai Lebaran mendatang.
Apresiasi langsung disampaikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang memastikan gelaran Piala Menpora 2021 yang mulai memasuki pertandingan pekan kedua berjalan sesuai prosedur. Kesuksesan penyelenggaraan sejauh ini, membuatnya memberi isyarat positif terkait bergulirnya kompetisi sepak bola ke depan.
Hal ini dikatakan Kapolri seusai melaukan peninjauan pelaksanaan pertandingan Turnamen Piala Menpora 2021 Grup A, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mohamad Iriawan, di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Maret 2021 lalu.
“Kami dari Mabes Polri meninjau langsung pelaksanaan pertandingan Piala Menpora, yang digelar dalam rangka pra musim mempersiapkan kompetisi. Saya tinjau langsung tanpa pemberitahuan, untuk memastikan semua berjalan dengan semestinya,”kata Listyo Sigit.
Dari hasil pantauannya, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) itu melihat panitia penyelenggara Piala Menpora 2021 sesuai dengan komitmen awal, menggelar pertandingan dengan protokol kesehatan. “Semua diperiksa degan tes swab antigen dan hanya yang memakai tanda gelang, yang boleh masuk,” ungkap Listyo Sigit.
Dia juga mengapresiasi pemain yang ada di bangku cadangan tetap mengenakan masker bersama tim pelatih dan ofisial selama pertandingan. “Saya sudah pastikan mereka masuk stadion dengan telah disaring ketat melalui tes swab,” ujar pria yang pernah menjabat menjadi Kapolres Solo ini.
Semua data dari pantauan tersebut akan menjadi penilaian pihaknya ke depan. “Jika berjalan tertib, selanjutnya kami akan membicarakan kembali pelaksanaan kompetisi yang ditunggu semua klub dan suporter. Kami akan kaji kembali untuk pelaksanaan selanjutnya. Namun yang terpenting semua berjalan secara lancar,”tandas Listyo Sigit.
Hal senada juga diutarakan Menpora Zainudin Amali, pihaknya bersama Polri hadir untuk melihat dan memastikan kalau turnamen pramusim Piala Menpora 2021 telah sesuai dengan komitmen awal, yaitu menerapkan protokol kesehatan secata ketat.
“Pak Kapolri ingin memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dan tidak ada suporter yang datang ke stadion. Selain itu juga memastikan apa yang pernah dipaparkan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai penyelenggara apakah benar seperti yang dipaparkan beberapa waktu lalu,”kata Zainudin, yang hadir bersama Kapolri dalam dalam peninjauan tersebut.
Harus diakui terobosan yang telah dilakukan Kemenpora dan PSSI untuk mengelar Piala Menpora sebagai hal patut diacung jempol, ditengah kekhawatiran makin merebaknya wabah virus corona (Covid-19).
Kemenpora bersama PSSI, mampu mengandeng Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Satgas Covid -19, untuk duduk bersama mencarikan solusi terbaik, agar kegiatan olahraga tidak terhenti dimasa pandemi, dan terus berjalan sepanjang mematuhi prosedur kesehatan (Prokes) yang ketat sebagai ketentuanyangt telah ditetapkan pemerintah terkait hal tersebut.
Terlebih lagi adanya keberatan dan kekhawatiran dari berbagai pihak atas rencana ini semula, mulai dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga Indonesian Police Watch (IPW). Namun hal itu tidak menyurutkan niatan semua pihak untuk sepakat untuk mencoba mengelar Turnamen Piala Menpora 2021 ini, sebagai ajang uji coba untuk gelaran Kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
Bukan itu saja, dengan diizinkannya Turnamen Piala Menpora 2021, juga membuka kran bagi kegiatan olahraga lainnya di tanah air, untuk mengelar kegiatan serupa, seperti yang telah dilakukan pihak PP Perbasi dan Pengelola IBL yang mengelar Turnamen IBL 2021, dengan sistem gelembung di Cisarua, Jawa Barat, yang juga telah berjalan dengan lancar.
Dengan arti kata, Turnamen Piala Menpora 2021 memili tuah atau makna penting bagi kelangsungan Kompetis LIga 1 dan Liga 2. Tentunya tuah atau makna itu bukan sekabar mematuhi aturan prokes secara ketat selama berlangsungnya ajang Piala Menpora 2021.
Namun jauh lebih dari itu, adalah kesadaran para pelaku sepakbola di tanah air, bagaimana menjaga sikap mereka selama pandemi berlangsung didalam kehidupan mereka sehari-hari. Mulai dari para pemain, pelatih , ofisial serta para supporter pendukung tim-tim yang ada.
Himbauan para suporter untuk tidak datang ke stadion dan tidak menonton bersama secara bergerombol, sejauh ini sudah dipatuhi oleh seluruh kelompok suporter.
Tentunnya tuah Piala Menpora 2021 sudah mulai dirasakan untuk kalangan supporter, dan diharapkan hal itu tetap berlanjut saat Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diizinkan bergulir saat pendemi nanti
Sementara bagi para pemain, juga dituntut secara profesional menunjukan kesiapan mereka mendukung gelaran Piala Menpora 2021 ini. Contoh mudahnya mereka tidak perlu berkelakuann yang berlebihan, yang bisa memancing keributan dalam pertandingan.
Karena selain mencederai tujuan digelarnya turnamen ini, juga memancing bergerombolnya orang dalam pertandingan tersebut. Padahal sudah diingatkan untuk menghindari hal itu, termasuk saat selebrasi meratakan gol pun, diupayakan tidak bergerombol.
Rasanya tepat jika Turnamen Piala Menpora 2021 miliki tuah bagi kelangsungan nyawa kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Karena semua sepakat untuk menjaga turnamen yang diprakarsai Kemenpora ini dijadikan semacam “Buku Putih’ bagi persepakbolaan nasional dalam menghadapi pandemi yang masih terjadi hingga saat ini.
Karena semua merasakan betapa tersiksanya tanpa kegiatan sepakbola di bumi pertiwi ini. setahun lamanya. Bukan saja roda kompetisi yang terhenti, juga periuk nasi para pemainpun mulai berkurang, bahkan ada yang hilang sama sekali, yang membuat ada sebagin dari para pemain terpaksa membanting stir untuk mencari nafkah untuk bertahan hidup. Untuk membiayai kehidupan sehari hari, mereka ada perjualan, bahkan menjadi pengemudi taksi online.
Begitu juga masyarakat lapis bawah yang selama ini mata pencariannya tergantung dari kegiatan sepakbola, mulai dari penjual makanan dan minuman, menjual kaos supporter, dan lainnya, yang harus kehilangan mata pencarian mereka, karena terhentinya kegiatan sepakbola.
Karenanya semua sepakat, untuk menjaga agar gelaran Turnamen Piala Menpora 2021 harus berlangsung dengan sukses. Karena nasib ribuan bahkan jutaan masyarakat Indonesia tergantung dari kelansungannya turnamen pramusim ini.
Mereka semuanya optimis dengan suksesnya Piala Menpora 2021, maka gelaran Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan segara terwujud dan akan menghidupkan kembali ruh sepakbola nasional, serta membuka sekaligus menyonsong kehidupan secara normal di Indonesia ke depannya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. (rizal)
