Jakarta, hariandialog.co.id. Salah seorang pejabat eselon dua di
Mahkamah Agung RI disebut selingkuh dengan seorang perempuan yang
selama ini bertugas di Mahkamah Agung.
Menurut sebuah sumber yang layak dipercaya, bahwa hubungan
antara pejabat MA RI itu dengan si wanita tidak jelas sejak kapan.
Tapi, yang jelas perselingkuhan itu sudah tersebar dikalangan
lingkungan MA.
Ketika perselingkuhan pejabat eselon dua ini di
pertanyakan ke beberapa hakim maupun pejabat baik di Pengadilan
Negeri, Pengadilan Tinggi maupun Mahkamah Agung, para rekan yang
dikonfirmasi mengaku mendengar kasus tersebut. “Ya saya ada mendengar
isu tersebut. Namun, tidak bisa memberi keterangan ataupun tanggapan.
Dan ini masalah pribadi, kurang elok ditanggapi,” kata sumber Redaksi.
Salah seorang sumber lain menyebutkan bahwa kasus
perselingkungan yang dilakukan pejabat eselon dua dengan seorang
wanita yang sedang menjalani Pendidikan untuk calon hakim sudah
diperiksa oleh Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung. Disamping itupun
pihak Komisi Yudisial (KY) menurut sumber tersebut sudah turun
menginvestigasi dan mendalami kasus perselingkungan pejabat MA dengan
seorang wanita.
Menurut sumber yang tidak mau disebut jati dirinya di
media menyebutkan bahwa KY hanya bisa sebatas melakukan pemeriksaan
terhadap pejabat MA. Sementara terhadap si Wanita, pihak KY tidak bisa
karena belum ranah tupoksinya. “Yah benar KY belum memeriksa si
Wanita karena belum hakim masih calon. Kecuali kalau sudah jadi hakim
baru ranahnya dan KY bisa melakukan pemeriksaan,” terang sis umber.
Redaksi mencoba konfirmasi atau minta tanggapan kepada
Juru Bicara MA RI Prof.Dr. Yanto, SH,MH melalui hanphone dengan
menggunakan fasilitas W A agar tertulis, namun tidak ada. jawaban.
Namun, konfirmasi atau tanggapan atau penjelasan itu,
hingga berita ini diturunkan tidak ada jawaban, penjelasan dari Juru
Bicara MA Prof.Dr. Yanto, SH,MH. Padal terlihat di alat komunikasi
pengiriman berita tentang permintaan tanggapan atau penjelasan yang
diajukan redakwi, dibaca karena ada contengan biru di bawah wa yang di
kirimkan. (tim-redaksi)
