Jakarta, hariandialog.co.id.- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
(BBTN) merilis program pemasaran bertajuk Billionaire Developer
Special Privilege (BDSP) 2022 untuk menyambut geliat pasar properti di
tengah melandainya pandemi Covid-19.
Program ini diperuntukan bagi 22 developer yang telah
berkontribusi signifikan dalam merealisasikan kredit pemilikan rumah
maupun apartemen (KPR/KPA) non-subsidi Bank BTN pada 2021.
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar menjelaskan
program tersebut menawarkan berbagai fitur menarik, antara lain suku
bunga mulai dari 2,22 persen fixed selama 1 tahun, serta bebas biaya
provisi, administrasi, dan appraisal. “Program ini berlaku untuk akad
kredit hingga 31 Juli 2022,” ujar Hirwandi dalam keterangan tertulis,
yang diterima Bisnis pada Selasa (10-05-2022).
Adapun, ke-22 developer tersebut mencakup Gred Group, Duta
Putra Land, Citra Swarna Group, Bersatu Sukses Group, Kalindo Group,
Lentera Sinergi Utama, Alana Group, Mahkota Group, Kesuma Agung
Selaras, Gan Property Group, dan MAS Group.
Kemudian, PT Hikmah Alam Sentosa, Karya Makmur, Alamindo Trulynusa,
Widia Persada, ISPI Group, Arya Lingga Manik, Fast Manajemen Properti,
Budi Mustika, Jade Development Group, Perum Perumnas dan Adhi Commuter
Properti.
Hirwandi menambahkan, selain program spesial, Bank BTN
juga memberikan manfaat dalam bentuk kebijakan kredit konsumer yang
diberikan berdasarkan segmentasi pengembang.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon L. P.
Napitupulu mengatakan realisasi KPR non-subsidi Bank BTN tetap tumbuh
meski dalam kondisi pandemi. Tahun lalu, penyaluran KPR non-subsidi
BTN tumbuh 4,14 persen secara tahunan menjadi Rp83,25 triliun.
Menurutnya, berbagai insentif yang diberikan Pemerintah
berhasil menjaga daya beli konsumen dan secara perlahan namun. Kondisi
ini kemudian berdampak positif terhadap permintaan kredit rumah yang
terus meningkat. “Saat ekonomi semakin pulih seperti sekarang ini
serta pandemi Covid-19 berlalu sepenuhnya, kami optimistis permintaan
KPR baik subsidi maupun non-subsidi tahun ini akan dapat meningkat
lebih tinggi lagi,” tutur Nixon.
Pada 2022, emiten bank dengan kode saham BBTN ini
membidik pertumbuhan penyaluran kredit pada sebesar 9 persen hingga 11
persen. Pertumbuhan kredit akan sejalan dengan peningkatan laba yang
dipatok 11 persen – 13 persen, serta kenaikan aktiva produktif. Selain
itu, BBTN memproyeksikan dana pihak ketiga (DPK) dapat tumbuh sejalan
dengan kredit yakni di kisaran 9 persen hingga 11 persen.
Margin bunga bersih (NIM) dipatok mencapai 4 persen lebih
dan biaya dana (cost of fund/CoF) dijaga di bawah 3,2 persen. Dari
sisi rasio profitabilitas, BTN menargetkan return on asset (RoA)
berada di level 0,9 persen hingga 1 persen, dan return on equity (RoE)
di kisaran 13 persen – 14 persen. (diah).
