
Bandung Barat,hariandialog.co.id—Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menerapkan sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Melalui mekanisme yang mengedepankan kompetensi dan kinerja ini, sebanyak 11 pejabat eselon II resmi dilantik untuk memimpin sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemkab KBB” Jumat 11 November 2026.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan bahwa penerapan sistem manajemen talenta ini menjadi tonggak penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih objektif, profesional, serta berbasis kinerja. “Untuk pertama kalinya, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama melalui Manajemen Talenta ASN sampai pada tahap pengangkatan dan pelantikan,” ujar Jeje dalam sambutannya.

Adapun 11 pejabat yang resmi dilantik di antaranya R. Eriska Hendrayana sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dr. Moch Lukmanul Hakim sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Aset Daerah, Anni Roslianti sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, serta Rega Wiguna sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selanjutnya, Imam Santoso Mulyo Raharjo dipercaya menduduki posisi Kepala Dinas Pendidikan, Heru Budi Purnomo sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Tony Prihantoro sebagai Kepala Bapelitbangda, serta Rina Marlina sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah. Sementara itu, tiga posisi lainnya diisi oleh Yoga Rukma Gandara sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dr. Lia Nurliana sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dan Dr. Yunita Nur Fadilla sebagai Kepala BKPSDM.
Proses pengisian jabatan tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan serta mendapat pendampingan langsung dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemkab KBB juga telah mengantongi izin penerapan manajemen talenta sekaligus rekomendasi BKN terkait mutasi dan promosi para pejabat pimpinan tinggi pratama.
Sekretaris Daerah KBB, Ade Zakir, menjelaskan bahwa mekanisme baru ini membuat pengisian jabatan tak lagi memerlukan Panitia Seleksi (Pansel) seperti sebelumnya. Pemkab KBB kini memanfaatkan Komite Talenta yang berpedoman pada data terintegrasi di dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). “Potensi dan kinerja itu sudah ada di dalam SIMATA. Jadi kita tinggal menyampaikan kebutuhan pengisian jabatan A, B, C, maupun D di sistem tersebut, karena kandidat-kandidat terbaiknya (talent) sudah terpetakan di dalam box,” kata Ade.
Melalui SIMATA, pemetaan kandidat menjadi jauh lebih terukur dan akurat. Untuk kebutuhan promosi, calon pejabat langsung disaring dari kelompok talenta yang masuk dalam kategori sesuai kualifikasi. Kendati 11 jabatan telah terisi, Ade mengungkapkan masih ada dua posisi eselon II yang kosong, yakni jabatan Inspektur yang masih menunggu koordinasi serta izin Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang belum terisi pasca mutasi pejabat sebelumnya. Pengisian dua posisi tersebut akan menyusul setelah seluruh kelengkapan administrasi terpenuhi, berdampingan dengan rencana penataan posisi administrator (eselon III) dalam waktu dekat.
Menutup arahannya, Bupati Jeje meminta para pejabat yang baru dilantik untuk bergerak cepat dan segera memetakan persoalan di instansi masing-masing. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang qàpejabat tidak diukur dari hasil uji kompetensi belaka, melainkan dari bukti nyata kinerjanya dalam melayani masyarakat. “Jangan terlalu lama beradaptasi. Segera berbenah dan segera bekerja. Kinerja Saudara akan saya evaluasi secara berkala,” tegas Jeje mengimbau agar seluruh jajaran menjaga integritas demi mewujudkan pelayanan publik yang prima di Bandung Barat. (Nagon )
