Medan, hariandialog.co.id – Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut pada triwulan II-2023 dengan pertumbuhan sebesar 5,17% (yoy), menguat dibandingkan triwulan I-2023 sebesar 5,04% (yoy). Sumber pertumbuhan terutama dari kuatnya permintaan domestic sejalan kenaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta peningkatan investasi, di tengah kinerja ekspor yang menurun karena
melemahnya perekonomian dan harga komoditas dunia.
Demikian di sampaikan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara (KPwBI) IGT Wira Kusuma dalam siaran Persnya acara Bincang Bareng Media (BBM) jumat (8/10/2023) di Medan.
Kepala BI mengungkapkan bahwa Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), seluruh sektor mencatat pertumbuhan positif dengan pertumbuhan yang tinggi tercatat pada sektor jasa, seperti Transportasi dan Pergudangan, Akomodasi dan Makan Minum, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara spasial, pertumbuhan sebagian besar wilayah meningkat dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua. Perkembangan Inflasi Nasional Bank Indonesia meyakini inflasi inti dan inflasi IHK tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa tahun 2023.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2023 tetap terjaga dan berada pada kisaran sasaran 3,0±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK Agustus 2023 tercatat deflasi sebesar 0,02% (mtm) sehingga inflasi IHK secara tahunan menjadi 3,27% (yoy), lebih tinggi dari inflasi IHK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,08% (yoy). Perkembangan ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.
Bank Indonesia kedepan meyakini inflasi tetap terkendali di dalam sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023. Secara spasial, inflasi gabungan kota IHK pada Agustus 2023 meningkat dari bulan sebelumnya di seluruh wilayah. Gabungan kota IHK di wilayah Kalimantan mencatatkan inflasi tertinggi pada Agustus 2023 sebesar 3,80% (yoy) disumbang terutama oleh peningkatan inflasi tarif angkutan udara serta deflasi cabai rawit dan minyak goreng yang tidak sedalam bulan sebelumnya.
Berdasarkan provinsi, realisasi inflasi gabungan kota IHK tertinggi terjadi di Papua Barat (4,40%, yoy), Kalimantan Selatan (4,36%, yoy) dan Maluku Utara (4,31, yoy) disumbang terutama oleh peningkatan inflasi tarif angkutan udara dan aneka ikan. Perkembangan Inflasi IHK dan Komponen Inflasi Gabu.
Perkembangan Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan II-2023 tumbuh 5,19% (yoy),meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan Sumut pada periode laporan ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional (5,17%, yoy) dan Sumatera (4,90%, yoy) pada periode yang sama. Dari sisi pengeluaran, akselerasi pertumbuhan utamanya berasal dari daya beli yang terjaga dan meningkatnya aktivitas mobilitas seiring dengan momen Hari Besar Keagamaan dan libur sekolah. Hal ini tecermin pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai pertumbuhan 6% (yoy), lebih tinggi dibanding rerata
pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebelum pandemi sebesar 4,99%.
Dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2023 utamanya didorong oleh sektor Industri Pengolahan yang mencatatkan kenaikan andil tertinggi dari triwulan I-2023. Sementara itu, LU Pertanian serta Perdangan Besar dan Eceran masih mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada triwulan II-2023. Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Sumut Tahunan (%,yoy)
Provinsi Pangsa Andil Sumut 23,31 1,19, Riau 21,91 1,02, Sumsel 14,22 0,73, Lampung 10,28 0,43, Kep, Riau 7,30 0,38, Sumbar 6,97 0,38, Jambi 6,52 0,32, Aceh 5,00 0,24, Kep. Babel 2,31 0,12, Bengkulu 2,18 0,09, Pertumbuhan triwulan II-2023 lebih, rendah dibandingkan triwulan I-2023 Pertumbuhan triwulan II-2023 lebih Sumber: BPS, diolah tinggi dibandingkan triwulan I-2023 (ss)
