
Dairi, hariandialog.co.id – Memperingati dan memeriahkan Hari Jadi Ke 75 tahun Kabupaten Dairi yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi kembali akan menggelar pesta budaya njuah-njuah. Event tahunan ini dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 13-14 Oktober 2022, dipusatkan di Gedung Nasional Djauli Manik Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang.
“Melalui kegiatan yang mengambil tema besar “Semesta Dairi Memanggil” tentunya kita ingin memanggil seluruh masyarakat Diaspora khususnya masyarakat Dairi serta wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang dan melihat keindahan yang tersembunyi di Kabupaten Dairi,” kata Rahmatsyah Munthe Kadis Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Dairi, Jumat (07/10/22).
Untuk konten acara yang akan dilaksanakan antara lain kirab budaya harmoni keberagaman. Dimana Dairi ini merupakan melting pot dari berbagi etnis yang ada di Indonesia. Ada etnis Jawa, Sunda dan Minang, serta 5 etnis Batak yang ada di Sumatera Utara.”Jadi dalam kirab budaya nanti akan muncul seluruh etnis yang ada di Dairi untuk melaksanakan pawai yang dimulai dari depan Kantor Bupati Dairi menuju gedung Nasional Djauli Manik,” ucapnya. Rahmatsyah.
Selain itu ada juga pawai masyarakat dari 15 kecamatan yang akan membawa luwah atau hasil bumi, sebagai rasa syukur atas limpahan berkah hasil panen yang baik.”Hasil pertanian berupa kopi, jeruk, durian, petai, pisang, cabai dan lain-lain akan dikumpulkan di gedung Nasional Djauli Manik,” ujarnya.
Selanjutnya eksebisi oles dengan pertunjukan spektakuler, yakni fashion show, tari tenun dan menampilkan penenunnya serta ada pameran olesnya. Semua itu tersinkronisasi menjadikan pertunjukan yang spektakuler.”Ini juga bersinergi untuk berupaya mempromosikan ulos sebagai intangible caldera heritage unesco,” terangnya.
Kemudian dalam acara pesta njuah-njuah, pada malam hari selalu dipertunjukkan sendratari daerah, sebagai bentuk bahwa ada legenda atau cerita rakyat di Dairi.”Sendratari ini sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan bakatnya di bidang seni tari dan pertunjukan,”sebutnya.
Ada juga lomba permainan tradisional, terdiri dari lomba marjalengkat, margala dan terompa. Lomba ini segmentasinya untuk anak-anak sekolah dasar (SD) dan SMP yang ada di Kecamatan Sidikalang dan Sitinjo.
Berikutnya ada lomba busana yang menggunakan bahan oles untuk merancang bajunya. Yang kita nilai adalah desain bajunya dan kepiawaian model memperagakan busananya. (SmartDos.1)
