
Jakarta, hariandialog.co.id.- Pengawal tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sesampai di Gedung PN Jakarta Selatan sementara (dua tahun), mengambil sikap bahwa tahanan perempuan tidak usah diturunkan.
Karena ruang tahanan sementara di Gedung baru PN Jakarta Selatan di Jalan Ragunan No.23-A, Ragunan Jakarta Selatan, hingga sidang perdana di tempat baru belum ada tahanan khusus Wanita/ Perempuan. “Biarlah mereka di mobil tahanan menunggu siding. Kalau jaksa meminta untuk dihadirkan di persidangan baru diturunkan,” kata salah seorang petugas pengawal tahanan dari Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Ada enam orang Perempuan / Wanita tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dititipkan di Kejaksaan. “Kami terpaksa berpanas panas di dalam mobil. Tidak nyaman walau di dalam mobil yang ber ac ini,” kata salah seorang tahanan yang mengaku kecewa dengan pelayanan sarana PN Jakarta Selatan itu.
“Terus terang kami tersiksa. Mau ke toilet tidak bisa karena jauh dari mobil dan kalau mau harus di tungguin oleh petugas.
Paling parahnya lagi, kami kaum muslimat ini tidak bisa melaksanakan sholat baik zuhur, asar dan magrib. Jadi tidak bisa berdoa untuk nasib di persidangan, ini,” ungkap lima wanita sekaligus dari enam tahanan.
Sementara itu, pengunjung sidang yang akan menjalani media mengeluhkan asap dari mobil tahanan ukuran engkel itu.”Asap asap. Tolong kami ini masih menunggu giliran untuk mediasi,” kata beberapa
orang pria dan Wanita yang antri menunggu di depan ruang medianya bertempatan bersebelahan dengan ruang tahanan pria.
Pengawal tahanan hanya bisa minta maaf dan mohon maklum ada 6 orang tahanan Wanita tidak ada tempat di sediakan pihak PN Jakarta Selatan. “Mohon maaf dan maklum. Kita yang di luar ini agar menghindar dari klanpot atau asap mobil. Kasihan mereka kalau tidak dihidupkan mesin mobil, para tahanan Wanita bisa pingsang kepanasan.
Kan mobil tahanan pentilasi udaranya kecil. Jadi harus dihidupkan mesin untuk AC,” kata pengawal tahanan kepada mereka yang protes. (tob)
