Jakarta, hariandialog.co.id.- Sudah pemandangan yang biasa
melihat jaksa bersidang tanpa menggunakan seragam. Padahal, seragam
adalah kebanggaan korps Adhyaksa.
Namun, ada saja Jaksa yang hadir untuk sidang di
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hanya menggunakan pakain preman.
Jaksa yang menggunakan pakaian preman untuk bersidang itu didominasi
kaum muda. Sementara jaksa yang sudah malang melintang atau senior
selalu menggunakan seragam jaksa baik baju, jelana atau rok dan
atribur lainnya.
Jaksa yang bersidang tanpa pakaian seragam jaksa itu
mayoritas yang bertugas di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Sementara, para jaksa yang hadir dari Kejaksaan Tinggi selalu rapi
dengan pakaian seragammnya. Tidak sedikit orang yang berurusan dengan
jaksa karena dipanggil untuk hasir sebagai saksi tidak mengerahui sang
jaksa karena pakain preman. “Lho saya piker bukan jaksa. Kan pakain
pereman. Kalau pakaian pereman tidak ada nama,” kata salah seorang
pengunjung yang dipanggil jaksa untuk bersaksi.
BUkan hanya pakaian preman yang dipakai sang jaksa
tapi juga sepatu. “Coba pakaian pereman dan sepatu cat yang biasa
dipakai untuk lari atau rekreasi. Siapa yang tahu kalua dia itu jaksa.
Untuk kita dipanggil memasuki ruang sidang utama baru mengerti bahwa
orang yang duduk di ruang tunggu adalah jaksa. Saya piker bukan jaksa
yah ternyata ya. Untuk tidak bicara yang macam macam tentang jaksa,”
sebut sang sumber yang tidak mau disebutkan namanya di koran.
Sementara itu Kasubag Bin Kejaksaan Negeri Jakarta
Selatan ketima mau dimintai tanggapannya tidak berada di ruangannya.
Menurut staf di PTSP di lantai dasar menyebutkan bahwa Kasubagbin
sedang kelauar ruangan. “Bapak Kajari juga tidak ada di tempat karena
sedang mengikuti pendidikan di luar kantor,” kata sang petugas piket.
(tob).
