Jakarta, hariandialog.co.id.- Hingga hari ini dan telah
berulang kali diberitakan oleh koran ini (Dialog,red) masalah Taman
Titian Pejaten Barat, di RW 05, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan
Pasar Minggu, Jakarta Selatan walau sudah selesai dan telah
dipergunakan warga setempat, tapi pagar keliling tidak ada.
Pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Pertamanan
dan Kehutanan DKI Jakarta selaku pemilik sepertinya tidak keberatan
dengan tidak adanya taman sekeliling. Buktinya, hingga kini setelah
pandemi Covid-19 melandai, Taman tersebut sudah diperkenankan
dikunjungi dan fasilitas seperti jogging dan futsal dipergunakan,
belum ada tanda-tanda akan ada pagar.
Taman yang luasnya hampir satu hektare itu hanya
menggunakan pagar rumah warga baik di sebelah kiri, kanan dan
belakang. Sementara pagar taman yang menghadap jalan raya Pasar Minggu
itu, tidak ada pagar. Hanya terlihat beberapa pohon kembang kecil yang
ditanam oleh pelaksana pekerjaan taman tersebut di depan. Sehingga
masyarakat yang ingin masuk bisa saja tanpa melalui pintu yang hanya
satu.
Proyek pekerjaan taman yang berasalah dari APBD Pemda
DKI Jakarta tahun anggaran 2021 itu, memang terlihat bersih dan rapi.
Pasalnya, petugas penyapu dan penyiram rumput yang jumlahnya 4 orang
itu, setiap hari terlihat di dalam taman. Pelaksana pekerjaan yang
berkantor di daerah Jakarta Timur, saat itu di spanduk bertuliskan
bahwa nilai pagu anggaran cukup besar. Padahal, hanya demikian saja
adanya.
Petugas keamanan terlihat ada terkadang 5 orang
termasuk komandannya diniai warga berlebihan. Pasalnya, tidak ada yang
akan bisa hilang. Dan taman yang hanya 50 meter dari Masjid Attaqwa,
Jalan Raya Pasar Minggu itu, dengan dua orang petugas saja sudah
cukup, karena tempatnya terbuka. “Yah saya lihat ada petugas jaga
taman dengan menggunakan kostum beda dengan Satpam lainnya ada 4
orang. Namun, mereka semua ramah kepada pengungjung,” kata salah
seorang warga RW 05, Kel. Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
yang tidak mau disebut namanya di koran. (tob).
