Jakarta, hariandialog.co.id.- Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sepertinya tidak menyentuh proyek yang menurut warga setempat dimana pekerjaan tersebut diduga bermasalah atau identik dengan kolusi korupsi dan nepotisme kehadirannya. Tidak jelas kenapa proyek tersebut tidak disentuh baik melalui penylidikan dan penyidikan. Padahal menurut warga yang kasat mata ada masalah.
Adapun proyek pekerjaan yang ada di wilayah Jakarta Selatan tidak disentuh diantaranya :
1).- Proyrek pembangunan penampungan para pedagang pasar Pasar MInggu, Jakarta Selatan yang ada di terminal Bus Pasar Pasar Minggu. Bangungan berlantai tiga dua tingkat itu sudah selesai dibangun 5 tahun yang lalu, tapi hingga kini belum dipegunakan. Padahal, puluhan miliar rupiah uang rakyat melalui APBD di kucurkan untuk membangunnya.
2). Proyek jembatan penyeberangan orang (JPO), sejak dibangun hingga kini life tidak pernah dioperasikan. Padahal, life ada dua di depan Reteail Robinson dan di depan stasiun Kreta Api Pasar Minggu. Masih di JPO tersebut, saat jumpa presss di daerah Jakarta Barat yang saat itu sama-sama dilaksanakan presmian dimulainya pekerjaan JPO dibawah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, bahwa atap dari JPO setiap malam akan berganti-ganti warna. Tapi hingga kini tidak jelas.
3). Proyek taman warga di RW 05, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang tidak punya pagar baik sisi depan, belakang, kiri dan kanan. Tidak jelas proyek pembebasan dan pekerjaan taman yang diberi “Titian” itu. Padahal, taman yang hanya berjarak 50 meter dari Masjid Attaqwa, Jalan Raya Pasar Minggu itu, sangat dibutuhkan. Sehingga, setiap anak-anak yang menggunakannya untuk bermain bola jenis Futsal, pasti dilarang warga yang ada di keliling Taman Titian itu.
Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan baik di devisi Kasei Intelijen maupun Pidana Khusus belum bekerja untuk melalukan penyelidikan dan penyidikan demi penyelamatan uang negera yang telah dikeluarkan buat proyek-proyek tersebut. Padahal, jumlahnya miliar. Uang APBD berasal dari tagihan pajak dan pajak warga terkumpulkan jadi anggaran pendapatan asli daerah (PAD) yang kemudian digelontorkan ke sejumlah proyek strategis. (tob).
