Jakarta, hariandialog.co.id.- Terkait ratusan pekerjaan tanpa papan proyek dan para pekerja tidak mempunyai bedeng, serta seusai selesai pekerjaan tidak diperbaiki oleh pelaksana dan main tinggal saja tanpa perapian, oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, berkomentar ‘tidak akan memeriksa karena ada hubungan pertemanan”.
“Mereka itu yang di Sudin Pekerjaan Umum Kota Jakarta Selatan teman-teman kita semuanya. Jadi kan ngak enam memeriksa teman sendiri. Yah, paling kita tegur sesama teman saja. Untuk memeriksa atas pekerjaan seperti yang dikeluhkan warga dan disuarakan oleh media alias Koran, tidaklah. Kan kita sudah lama berteman dan saling mengenalkan kalau ada pejabatnya yang baru,” kata salah seorang jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Padahal, perkerjaan akhir dari para pelaksana pekerjaan kurang baik karena sisi kiri dan kanan saluran yang dikerjakan baik yang di depan rumah warga maupun dipinggir jalan atau gang. Warga sudah protes saat penggalian tapi disebut setelah selesai di uruk dan saluran ditanam serta ditutup diakui akan diperbaiki. Tapi, kenyataannya para pekerja main tinggal saja. Sehingga untuk rapi seperti semua rata antara jalanan dengan ke rumah warga harus perbaiki sendiri dengan membeli pasir dan semen.
Yang paling para sebut warga Kelurahan Rawa Jati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, para pekerja seusai menggali lubang untuk menanam saluran, tanahnya berantakan dan berserakan. Sehingga bila siang, angin dating ya abu tanah merah berterbangan kemana-mana. Sehingga warga harus menggunakan masker kalau keluar rumah mengingat debu bertebaran dihembuskan angina. “Yah janjinya akan disiram tanah sisa galian. Tapi sudah selesai proyek pekerjaan hampir tiga minggu tidak ada penyemprotan pembersihan debu,” kata Aki Endet warga RT 07 RW 05, Rawajati, Pancoran.
Warga menyebut sangat kecewa dengan pihak aparat penegak hokum karena tidak mencerminkan contoh agar setiap proyek pekerjaan disarankan agar ada ‘papan proyek’ dilokasi.
“Kalau ada keluhan kita begini kemana kita mau lapor. Pemilik proyek sudin mana tidak jelas. Begitu juga para pelaksana pekerjaan juga tidak jelas karena tanpa papan proyek. Jadi warga masyarakat hanya pasrah dengan hasil pekerjaan debu banyak dan banyak beton saluran lebih tinggi dari halaman rumah warga,” terang Husin menimpali keluhan Endet. (tob).
