Jakarta, hariandialog.co.id.- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih fasilitas
Kredit Modal Kerja (KMK) kontraktor dan penjaminan dari PT Bank
Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai Rp 765 miliar sebagai modal kerja.
Sekretaris Perusahaan Wika Mahendra Vijaya menjelaskan
bahwa transaksi afiliasi tersebut bertujuan untuk menyelesaikan
pembangunan proyek perseroan, khususnya pembiayaan atas Pekerjaan
pemancangan dan sipil area CE proyek Smelter Manyar di Gresik, Jawa
Timur.
Mahendra merinci, nilai plafon fasilitas KMK yang diberikan Bank BTN
sebesar Rp 340 miliar dan nilai penjaminan fidusia berupa tagihan atas
kontrak pekerjaan dengan PT Chiyoda International Indonesia sebesar Rp
425 miliar.
“Transaksi ini dilaksanakan pada saat penandatanganan Perjanjian KMK
Kontraktor dan Perjanjian Jaminan Fidusia pada 23 Mei 2022,” kata
Mahendra dalam keterangan resminya dikutip investor.id, Minggu
(29-05-2022).
Transaksi tersebut termasuk transaksi afiliasi karena pemegang saham
mayoritas baik WIKA maupun BBTN merupakan pemerintah dengan
masing-masing porsi kepemilikan 65% untuk WIKA dan 60% untuk BBTN.
Motor Gesit
Baru-baru ini, Wika melalui anak usahanya PT WIKA Industri Manufaktur
(WIMA) menjual sebanyak 37 unit motor listrik Gesits kepada Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Aceh untuk mendukung dan merealisasikan program
Pemprov Aceh mengurangi emisi karbon dan program Aceh Hijau.
Pemprov Aceh membeli motor listrik Gesits tersebut untuk memenuhi
butuhan operasional petugas pengumpul data perindustrian dan survei
kebutuhan pokok di 23 kabupaten atau kota Provinsi Aceh.
Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, latar belakang pemilihan
kendaraan listrik GESITS ini di samping untuk menghemat biaya, juga
untuk memudahkan kinerja sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada
karya anak bangsa.
Selain itu, penggunaan sepeda motor tersebut juga untuk memperkenalkan
Gesits kepada masyarakat Aceh sebagai kendaraan yang hemat energi dan
bersih lingkungan. “Dengan demikian, kita siap berpartisipasi
mendukung operasional seluruh kendaraan bertenaga listrik di Indonesia
pada 2050,” ujar Nova.
Sementara itu, Direktur Utama PT WIKA Industri Manufaktur M. Samyarto
mengatakan penggunaan GESITS sebagai kendaraan operasional pemerintah
daerah menjadi wujud nyata bentuk sinergi antara Pemerintah Daerah dan
WIMA untuk mendukung ketahanan energi nasional dan mendorong
akselerasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.
Samyarto mengungkapkan bahwa Aceh merupakan provinsi pertama di
Indonesia yang menggunakan sepeda motor listrik GESITS sebagai
kendaraan operasional di lingkungan Pemerintahan Daerah. (diah)
