
Bandung Barat, hariandialog co.id -Suasana religius dan kebersamaan mewarnai Tabligh Akbar yang digelar di Sekretariat Aswin Bandung Barat, Kampung Campaka RT 01/RW 03, Desa Cimareme, Sabtu (22/8/2026) malam.
Momen ini diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, haul, sekaligus doa bersama memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, ustaz, santri, serta jemaah setempat.
Turut hadir Ketua Aswin Bandung Barat, Budiana (Budi Jabrig), dan Tatan Saepuloh selaku penyandang dana utama. Kehadiran para tokoh dan warga menjadi sarana penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai keagamaan dan kebangsaan.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Agus Ismail Maulida, lalu dilanjutkan tausyiah oleh Ustaz Ade Wahyudin dan KH Dede Saepudin, S.Pd.I., serta diiringi selawat dari grup hadroh Al-Ghaziayah.

Dalam ceramahnya, KH Ade Wahyudin menekankan pentingnya keimanan dan ilmu pengetahuan sebagai landasan hidup. Menurutnya, pencapaian duniawi tanpa keimanan dan akhlak yang baik tidak akan memiliki makna yang sempurna. Beliau juga menyoroti pentingnya peran bersama—keluarga, masyarakat, dan majelis taklim—dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.
“Menuntut ilmu tidak boleh berhenti. Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga melalui keluarga, lingkungan, dan majelis taklim sebagai bekal memperbaiki akhlak,” ujar KH Ade.
Sebelum tabligh akbar pada malam hari, Aswin Bandung Barat telah menggelar berbagai lomba Agustusan yang meriah pada Sabtu siang bersama anak-anak dan kaum ibu.
Budiana berharap seluruh rangkaian acara ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi memberi manfaat nyata bagi lingkungan.
“Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum meneladani Rasulullah SAW, sedangkan peringatan kemerdekaan menjadi sarana memperkuat persatuan dan rasa syukur. Semoga acara ini terus menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat,” pungkas Budiana. ( Nagon )
