
Jakarta,hariandialog.co.id – Dua pecatur muda Indoenesia, MI Satria Duta Cahaya (2412) dan WIM Laysa Latifah (2213) belum mampu memaksimalkan peluang untuk meraih kemenangan, setelah dipaksa bermain remis saat menghadapi lawan-lawannya di babak ketiga ‘Duel Match’ JAPFA Chess Festival 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).
Meski memainkan buah putih, Satria Duta Kembali dipaksa bermain remis oleh MI Khoung Duy Dau, sementara Laysa juga memainkan buah putih kembali bermain remis saat menghadapi WGM Xeniya Balabayeva.
Hingga tiga babak yang telah dimainkan, kedua pecatur muda Indonesia ini masih tertinggal 1 VP – 2 VP. Duel Match akan memainkan 10 babak, dengan mempertandingkan 4 babak catur klasik, 6 babak catur kilat dan catur cepat.
Pengamat catur Kristianus Liem memprediksikan, meskipun Duta dan Laysia kualitasnya di bawah pecatur Vietnam dan Kazhakstan, namun keduanya masih berpeluang memenangkan partai Duel Match, jika mampu memaksimalkan permainannya di enam babak catur cepat dan catur kilat.
“Untuk catur klasik, harus diakui, pecatur Vietnam dan Kazhakstan lebih unggul. Kalau ingin menang, Duta dan Laysa harus benar-benar memanfaatkan enam babak catur kilat dan catur cepat. Keduanya harus berani bermain agresif,” ujar Kristianus Liem.
Pada Jumat (4/9), Duel Match akan mempertandingkan tiga babak. Pagi hari, mereka masih bertanding catur klasik. Sore harinya, mereka akan mengadu kehebatannya bertanding catur cepat.
Sementara itu, Iwan Ng, Vice President / Head of Internal Audit PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk mengatakan, setiap tahunnya JAPFA minimal akan menggelar dua kali turnamen.
“JAPFA secara konsisten akan terus mengembangkan olahraga catur di Tanah Air di antaranya dengan menggelar turnamen setidaknya dua kali setiap tahun,” tukas Iwan.
Iwan juga sangat berterima kasih pada PB Percasi atas kerjasamanya selama ini. “JAPFA Chess Festival kali ini merupakan yang ke-16 kalinya. JAPFA sangat berterima kasih pada PB Percasi atas kerjasamanya. JAPFA juga sangat berterima kasih pada media,” lanjutnya.
Iwan sangat merasa bangga, para pecatur JAPFA yang dibina melalui program JAPFA for Kids bisa ikut ambil bagian pada turnamen bertaraf internasional.
Shafira Berjaya
Pada pertandingan lainnya di Kategori Open, WIM Shafira Devi Harfesa (2303) untuk sementara menguasai pimpinan klasemen hingga babak kelima dengan 5 poin kemenangan (VP).
Kejutan besar mewarnai persaingan Kategori Open JAPFA Chess Festival ke-16 2026. Pecatur muda berbakat, International Master (IM) Shafira Devi Herfesa, tampil luar biasa dengan menundukkan seniornya, IM Azarya Jodi Setyaki, pada Babak 5. Kemenangan impresif ini mengantarkan Shafira bertengger seorang diri di puncak klasemen sementara dari lima babak mengumpulkan poin sempurna 5 VP.
Di papan utama Kategori Open lainnya, duel sengit antara IM Abdul Hafiz Arif (2332) kontra IM Novita Anjas ( 2351) berakhir remis. Hasil imbang membuat Anjas dan Arif sementara menempati posisj 2 dan 3 mengemas 4,5 VP.
Sementara itu di Kategori Senior Putri WCM Theodore Paulina Walukow berhasil Hanun Nafisah. Hasil remis ini menjadikan Hanum dan Theodore masih dipasang atas menorehka. 4 VP.
Untuk Kategori Veteran, peringkat pertama ditempati Johan Gunawan (2182) dengan 5 VP, disusul Maksum Firdaus (2213) dan GM Cerdas Barus (2214) di tempat kedua dan ketiga dengan 4,5 VP.
JAPFA Chess Festival ke-16 Tahun 2026 diikuti 523 pecatur dari 23 provinsi dan 5 negara, Jepang, kazakhstan, Uzbekistan,Vietnam dan Singapura memperebutkan total hadiah mencapai Rp298.900.000 serta satu partai Duel Match berhadiah USD 5.000. (zal)
