
Bogor, hariandialog.co.id – Forum Komunikasi Media Kementerian UMKM menggelar Media Gathering pada 28-29 Agustus 2026 di Kian Mas Boutique Resort Gadog, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang mengusung tema “Satu Frekuensi, Satu Narasi” ini diikuti 37 peserta, sebagai upaya memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sinergi antara Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan insan pers.
Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM Loto Srianita Ginting dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini, menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan media membantu pemerintah memperoleh gambaran mengenai kondisi dan persoalan yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan.
“Bagi kita, media mempunyai peran yang sangat penting menjadi jembatan informasi pemerintah dan masyarakat, termasuk membantu memberikan informasi mengenai kondisi di lapangan,” ujar Loto yang hadir Bersama Tenaga Ahli Menteri sekaligus Juru Bicara Kementerian UMKM Faisal Anwar, Kepala Biro Humas dan Protokoler Kementerian UMKM Irwansyah Putra, serta Kepala Bagian Humas Kementerian UMKM Ediyanto.
Loto menambahkan, Kementerian UMKM terbuka terhadap kritik dan masukan dari media, selama disampaikan secara konstruktif serta didasarkan pada informasi yang akurat.“Kami terbuka terhadap kritik dan komunikasi yang intensif terkait program dan kebijakan UMKM,” katanya.
Pada kesempatan itu Loto menjelaskan pengembangan UMKM membutuhkan pendampingan secara menyeluruh. Hal tersebut mengingat sebagian besar pelaku UMKM masih berada pada skala mikro sehingga membutuhkan dukungan agar dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar. Karena itu, pemerintah dalam hal in Kementerian UMKM berupaya menghadirkan berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga pelatihan, pendampingan, legalitas, sertifikasi, akses pasar, hingga penguatan rantai pasok. “UMKM membutuhkan paket lengkap agar bisa tumbuh dan naik kelas, melalui pelatihan, akses pembiayaan, akses KUR maupun kredit komersial, program kemitraan, rantai pasok, serta pendampingan legalitas usaha dan sertifikasi yang diperlukan,” jelasnya.
Sebelumnya Kepala Biro Humas dan Protokoler Kementerian UMKM Irwansyah Putra mengatakan, media gathering menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara Kementerian UMKM dan insan media, khususnya wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan UMKM.Menurutnya, wartawan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai program dan kebijakan Kementerian UMKM kepada masyarakat.
Karenanya kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi memperkuat sinergi Kementerian UMKM dan insan media, khususnya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Media Kementerian UMKM. Kolaborasi antara pemerintah dan media semakin penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai informasi yang akurat, konstruktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Media juga diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi mengenai program pemerintah, tetapi turut mengangkat potensi serta keberhasilan UMKM di berbagai daerah di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri sekaligus Juru Bicara Kementerian UMKM Faisal Anwar mengatakan, pemerintah memiliki komitmen memperkuat fondasi UMKM dalam lima tahun ke depan. Menurut Faisal, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong kemajuan UMKM. Dibutuhkan kontribusi berbagai pemangku kepentingan, termasuk media massa. “Lima tahun ke depan, penguatan fondasi UMKM membutuhkan peran seluruh stakeholder. Teman-teman wartawan juga mempunyai kontribusi yang sangat penting,” tandas Faisal.
Ditambahkannya media memiliki kontribusi nyata dalam mengangkat persoalan UMKM sekaligus mengawal penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha. Karena itu, ia berharap media dapat terus berkontribusi dengan menghadirkan pemberitaan yang berimbang, faktual, serta mampu melihat persoalan dari berbagai perspektif. (zal)
