Jakarta,hariandialog.co.id.- Sejumlah pejabat eselon III baik itu yang menjabat Kajari, Asisten di sejumlah Kejati yang ada di Indonesia baik itu yang ada di Pulau Sumatera, Pulau Ambon, dan sejumlah pejabat eselon III yang bertugas di Kejaksaan Agung yang sudah tiga tahun lebih tidak pernah mendapatkan mutasi dan promosi selalu mengharapkan “Nasib Karir Mereka” berubah melalui Rapat Pimpinan Kejaksaan Agung (Rapim Kejagung).
Memang dalam beberapa bulan ini Kejagung belum melakukan Rapim mengenai pengangatan berupa mutasi dan promosi secara besar-besaran baik itu untuk eselon II dan eselon III, tanpa diketahui apa yang mendasarinya. Hal inilah yang menjadikan sejumlah sumber Dialog itu mempertanyakan, apakah para pimpinan mereka di Kejagung sudah tidak memikirkan nasib karir mereka.
Bahkan di lingkup Kejati DK Jakarta yang jaraknya hanya sekitar 5 Km dari kantor Kejaksaan Agung, pejabat defenitif Kajari Jaktim belum diisi setelah sudah hampir 2 bulan Kajari Dr Imran meninggal dunia. Juga pejabat defenitif Wakajati DK Jakarta masih kosong karena pejabat lama sudah lama mendapat promosi dan resmi menjabat Kajati Lampung.
Beberapa sumber pejabat eselon III yang merupakan Kajari, Asisten, Koordinator dan pejabat eselon III yang bekerja di Kejaksaan Agung yang belum ‘bernasib baik’ dalam karir karena sudah bertugas 3 tahun lebih belum mendapat promosi dan mutasi kepada Dialog, baik itu melalui telepon dan juga secara langsung mengatakan atas kejenuhan mereka yang belum mendapat penyegaran dalam tugas baru. Pada intinya mereka berharap digelar Rapim Kejagung untuk ‘berharap’ adanya nasib baik melalui mutasi dan promosi. “Yah…siapa tahu dalam Rapim itu nama kita nyangkut. Dan jika-pun masih belum nyangkut,yah, mau dibilang apa. Kan semuanya keputusan tergantung para JAM dan Jaksa Agung.” Demikian harapan mereka seperti disimpulkan Dialog.
Para sumber yang minta nama mereka tidak ditulis ini juga berharap, perjabat eselon III dan II yang nantinya mendapat mutasi dan promosi jangan karena adanya ‘sesuatu’ juga faktor kedekatan dengan para pimpinan di Kejagung, tetapi juga dilandasi catatan prestasi maupun menjauhkan hal-hal seperti laike dan dislike, dan adanya sistem gerbong. “Pada dasarnya kami yang sudah lama menjabat eselon III di derah ini,sangat dan sangat mengharapkan mendapat mutasi dan promosi untuk penyegaran, dan bisa ‘membunuh’ kejenuhan. Semoga Rapim segera digelar, dan kita yang sudah lama bertugas di posisi tertentu mendapat ‘nasib baik’ dari kebaikan para pimpinan Kejagung melalui Rapim.” Tukas para sumber penuh harap. (Het)
