Jakarta, hariandialog.co.id.- – Pemilu yang damai adalah kunci
keberhasilan dengan memastikan stabilitas dan keberlanjutan demokrasi.
Sebab pemilu damai merupakan pilar utama dalam menjaga kesehatan
demokrasi suatu negara. Pemilu yang aman, transparan, dan bebas dari
konflik adalah indikator kuat dari kematangan politik dan sosial
masyarakat.
Sekjen Relawan Prabowo (REPRO), Arya Sadhana, mengatakan
untuk mencapai pemilu yang stabil semua pihak harus bertanggung jawab
untuk menciptakan suasana pemilu yang riang gembira sebab pemilu
merupakan sebuah pesta demokrasi yang patut dirayakan.
Kondisi politik yang stabil dapat menciptakan lingkungan
yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Kebijakan politik yang baik
dan konsisten dapat memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan
investor, sehingga mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Politik dalam pemilihan umum (pemilu) merupakan puncak
demokrasi di mana warga negara memiliki kesempatan untuk memilih
pemimpin dan wakil rakyat mereka. Keberhasilan proses demokrasi tidak
hanya terletak pada hasil akhir, namun juga pada bagaimana pemilu itu
sendiri dijalankan. “Hal ini sangat penting, terlebih untuk pemilih
muda dalam kategori Milenial dan Generasi Z. Sebab mereka adalah
generasi penerus yang memainkan peran penting bukan hanya untuk saat
ini, tapi juga untuk masa depan bangsa,” kata Arya, Selasa (26/12).
Menurutnya, gerakan moral ini mengajak para pemilih,
terutama para pemilih muda, untuk menciptakan pemilu yang damai dengan
cara menjadi pemilih pandai.
“Salah satu hal yang patut dihindari saat pemilu berlangsung adalah
penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat menjadi ancaman serius
terhadap integritas proses tersebut,”ucap Arya tulis wartaeko.
Arya juga mengatakan hoaks dapat menyebar cepat melalui
media sosial dapat merusak citra calon, memengaruhi persepsi pemilih,
menciptakan ketegangan sosial dan politik, dan bahkan menggoyahkan
dasar demokrasi itu sendiri. (dika).
