Majalengka.hariandialog.co.id -Malam itu, halaman Masjid An-Nur di Komplek Perumahan Grand Hegar Dawuan (GHD), Desa Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan, dipenuhi lautan manusia. Sejak selepas magrib, warga berdatangan membawa keluarga, sebagian dengan anak kecil yang digendong, sebagian lagi beriringan bersama tetangga. Lampu-lampu tenda memantulkan cahaya hangat, sementara alunan shalawat dari grup hadroh muda Dawuan menyambut setiap langkah jamaah yang masuk.

Sekitar seribu orang hadir, bukan hanya dari warga GHD, tapi juga masyarakat Desa Bojong Cideres dan desa-desa sekitar. Mereka berkumpul dengan tujuan yang sama: memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, meneguhkan cinta kepada Rasul, sekaligus merajut ukhuwah.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Hj.Irma. Suaranya yang merdu membuat suasana mendadak hening; anak-anak yang tadinya berlarian pun berhenti, ikut menyimak. Sambutan demi sambutan menyusul, mulai dari Ketua Panitia Ustadz Mahmudin hingga Kepala Desa Bojong Cideres, Usep Saepudin, yang malam itu hadir bersama perangkat desa lengkap.sabtu (13/9).
“Alhamdulillah, tahun ini Maulid Nabi di Masjid An-Nur lebih meriah. Jamaahnya jauh lebih banyak dibanding tahun lalu. Semoga semua yang mendukung kegiatan ini mendapatkan pahala dan syafaat Rasulullah di yaumil akhir,” ujar ketua panitia yang juga ketua DKM Ustadz Mahmudin dengan wajah berbinar.

Kemeriahan makin terasa ketika panitia membagikan doorprize kepada 20 jamaah yang bisa menjawab pertanyaan seputar sejarah Nabi. Gelak tawa pecah saat anak-anak berebut mengacungkan tangan, ingin mencoba peruntungan menjawab.
Namun, puncak acara benar-benar membawa jamaah pada suasana penuh makna: tausiyah KH. Abu Syahida, pimpinan Pondok Pesantren At-Tauhid Karangnunggal, Tasikmalaya.
Dengan suara lantang tapi teduh, beliau menyampaikan tema “Membangun Qur’ani dengan Spirit Maulid Nabi.”
“Orang yang tidak mengikuti petunjuk Rasul akan celaka, baik di dunia maupun di akhirat. Tapi beruntunglah orang-orang beriman yang memegang teguh ajaran Islam,” ucapnya yang langsung disambut takbir jamaah.
KH. Abu menekankan bahwa Islam adalah agama akidah, dan tauhid adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar.
“Menutup aurat, melaksanakan shalat lima waktu, semua itu perintah Allah SWT. Kelak kita butuh syafaat Rasulullah. Tapi jangan lupa, ada juga syafaat dari anak-anak yang sholeh dan sholehah. Maka penting mendidik anak agar kuat iman dan Islamnya. Itu lebih berharga daripada jabatan tinggi,” pesannya.
Banyak jamaah yang terharu.Mochamd (57), warga Bojong Cideres, mengaku ceramah KH. Abu menyentuh hatinya. “Saya merasa diingatkan kembali tentang betapa pentingnya mendidik anak dalam iman. Kadang kita sibuk mencari nafkah, lupa bekal akhirat. Tausiyah tadi membuka mata saya,” katanya lirih.
Sementara Saepudin (59) warga GHD, tersenyum bahagia melihat antusiasme jamaah. “Alhamdulillah, ramai sekali. Anak-anak senang ikut hadroh dan kuis. Kami pun merasa semakin dekat satu sama lain dengan adanya acara ini,” ujarnya.
Tak ketinggalan, Kepala Desa Usep Saepudin memanfaatkan momentum untuk menyampaikan program pembangunan desa. Ia menjelaskan rencana perbaikan saluran air di kawasan GHD dengan Dana Desa 2025 agar warga terbebas dari banjir, serta program ketahanan pangan berupa bantuan bibit padi dan obat-obatan pertanian. Selain itu, pemerintah desa juga menyediakan pemasangan listrik gratis untuk warga kurang mampu serta kebijakan pembayaran PBB tanpa denda meski terlambat.
Malam itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Abu Syahida. Ribuan tangan terangkat, bibir bergetar melafalkan doa, dan mata-mata basah oleh haru. Dalam dinginnya udara malam, ada kehangatan yang tak bisa dijelaskan: kehangatan iman, ukhuwah, dan cinta kepada Rasulullah SAW.
Bagi warga Grand Hegar Dawuan, peringatan Maulid Nabi tahun ini bukan hanya sekadar seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi momentum untuk memperkuat tauhid, mempererat silaturahmi, dan menyalakan kembali semangat Qur’ani di tengah kehidupan modern.(Ayub)
