Bengkulu,hariandialog.co.id – Miris, kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat di Provinsi Bengkulu serapannya di bawah target alias masih minim. Pemerintah pusat melalui transfer ke daerah dan dana desa Provinsi Bengkulu tahun 2022 cukup besar yakni mencapai Rp. 9,67 triliun. Bahkan hingga pertengahan tahun ini sudah disalurkan sebanyak 3,99 triliun atau sekitar 41,2 persen. Dijelaskan Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu, Syarwan hingga pertengahan tahun ini realisasi dana DAK fisik baru mencapai Rp. 29,49 miliar.
Empat Kabupaten di Provinsi Bengkulu yang sudah melakukan realisasi anggaran diantaranya, Bengkulu Selatan dengan realisasi Rp. 10, 30 miliar dari total anggaran Rp. 85, 56 miliar. Kabupaten Bengkulu Tengah telah merealisasikan Rp. 7,95 miliar dari total anggaran Rp. 97,16 miliar. Kabupaten Seluma telah menyerap anggaran sebesar Rp. 2,89 miliar dari pagu anggaran yang mencapai Rp. 73, 12 miliar. Kabupaten Lebong yang saat ini telah merealisasikan DAK fisik sekitar Rp. 8,35 miliar dari total anggaran keseluruhan sebesar Rp. 79,36 miliar.
Sementara itu disesalkan, Syarwan untuk tujuh kabupaten lainnya, termasuk Provinsi Bengkulu hingga saat ini belum merealisasikan atau memanfaatkan secara maksimal DAK fisik tersebut. Sesalnya, dengan rendahnya realisasi DAK fisik tersebut maka ia minta seluruh kepala daerah Bupati/Walikota di Provinsi Bengkulu untuk segera memanfaatkan DAK fisik yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Pusat sesegera mungkin dan memanfaatkan anggaran tersebut dengan baik.
Sementara itu dalam pantauan Dialog di lapangan, sejumlah OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, belum melakukan realisasi fisik DAK dengan alas an terkendala anggaran. Sementara kenyataannya anggaran DAK fisik triliunan tidak diserap dan direalisasikan secara maksimal.
Informasi yang beredar karena lambannya lelang proyek yang sudah mendekati bulan puasa bulan Mei 2022 lalu, masuk pertengahan tahun Kepala OPD takut bermasalah hukum terlambat pekerjaan atau pekerjaan bermasalah. Sehingga dampaknya banyak program-program yang sudah dibuat tidak direalisasikan dan dana DAK fisik ratusan miliar bahkan triliunan tidak terserap secara baik. (hasanah)
