Cibinong, harianSaat pandemi Corona melanda, bencana alam seperti banjir dan longsor juga terjadi di berbagai daerah, dari Sulawesi Barat, Aceh, maupun Pulau Jawa, seperti Bogor dan Lebak, Banten dan lain-lain.
Mereka yang menjadi korban bencana ada yang kehilangan rumah, ada yang harus mengungsi di tengah seruan berdiam diri di rumah, jaga jarak, dan lain-lain guna memutus penyebaran virus ini.
Seperti yang di alami warga Kampung Kedaung, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terdampak bencana banjir bandang. Bencana terjadi akibat meluapnya sungai Cidangder, yang terjadi pada Senin, (17/05).
Dalam keterangannya Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, “Jumlah 1.211 jiwa korban terdampak banjir, dihitung dari sembilan RT di empat RW dengan 362 KK (kepala keluarga) yang dilintasi banjir bandang. Bencana ini terjadi akibat meluapnya sungai Cidangder sehingga membuat tanggul jebol,” ujarnya kepada wartawan, saat meninjau lokasi bencana, Kamis, (20/05).
Ia menjelaskan, Ade menambahkan, pihaknya telah menyediakan posko kesehatan untuk penanganan korban terdampak. Masing-masing posko diisi tenaga kesehatan, untuk membantu warga yang mengalami sakit. “Untuk tempat tinggal korban terdampak, kami tidak akan merelokasi warga, karena semua masih terkendali dan kondisi kestabilan tanah juga bagus”ujarnya.
Dari meluapnya sungai Cidangder lantaran kawasan tersebut diguyur hujan deras yang cukup lama. Sehingga membuat tanggul jebol kurang lebih sepanjang lima meter dengan tinggi satu meter.
Sehingga air dari sungai Cidangder masuk ke pemukiman warga di Kampung Kedaung Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg. Sambung dia, bencana banjir bandang ini bukan hanya karena tanggul jebol namun disebabkan juga dengan adanya pendangkalan sungai. “Masalah utamanya adalah di aliran sungai, jadi penanganannya selain memperbaiki tanggul jebol, kita juga akan lakukan pengerukan sungai supaya tidak terjadi lagi sungai Cidangder”ujarnya.(Riz).
