
Cirebon, hariandialog.co.id – Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya mengurangi genangan air yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat hujan turun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membenahi saluran drainase di kawasan Jalan Tentara Pelajar serta melakukan penanganan saluran air di kawasan Pancuran.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung progres perbaikan drainase di kedua kawasan tersebut, Senin (13/10/2026). Dalam peninjauan itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Rachman Hidayat, camat, lurah, serta perwakilan RW setempat untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Pemkot Cirebon tengah membangun saluran drainase baru sepanjang kurang lebih 125 meter. Pembangunan ini menjadi salah satu upaya untuk mengarahkan aliran air dari jalan menuju Sungai Cigeujeng, sehingga air tidak lagi mudah menggenang di jalan.
Effendi Edo menjelaskan, pembangunan drainase baru tersebut merupakan langkah awal untuk membenahi persoalan aliran air di kawasan itu. Menurutnya, penanganan genangan perlu dilakukan dari sumber persoalan, salah satunya dengan memastikan air memiliki jalur pembuangan yang memadai.
“Di Jalan Tentara Pelajar ini sebelumnya belum ada drainase yang memadai. Sekarang kita bangun saluran baru agar air dari jalan bisa langsung dialirkan ke Sungai Cigeujeng. Harapannya, air tidak lagi tertahan di jalan dan genangan bisa kita kurangi , persoalan drainase dan genangan tidak cukup diselesaikan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama untuk menjaga saluran air tetap berfungsi.+ungkapnya.
Sementara itu, peninjauan di kawasan Pancuran dilakukan untuk memastikan perkembangan penanganan saluran air yang sebelumnya mengalami penyumbatan. Effendi Edo melihat langsung progres pekerjaan yang telah dilakukan sejak pekan sebelumnya bersama jajaran DPUTR dan unsur kewilayahan.
Ia menyampaikan bahwa penanganan di kawasan tersebut terus berjalan, termasuk upaya mengatasi hambatan aliran air hingga ke bagian bawah jalur rel kereta api. Pekerjaan di area tersebut juga melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengingat keberadaan jalur rel menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam upaya memperlancar aliran air.
“Alhamdulillah, sudah ada progres dari pekerjaan yang dilakukan pekan lalu. Kita berharap saluran di kawasan Pancuran bisa kembali lancar. Memang kita belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan banjir sekaligus, tetapi paling tidak kita berupaya agar genangan tidak bertahan terlalu lama dan air bisa lebih cepat surut,” katanya.
Melalui pembangunan drainase baru di Jalan Tentara Pelajar, pembersihan Sungai Cigeujeng, serta penanganan saluran di kawasan Pancuran, Pemkot Cirebon berharap aliran air semakin lancar dan dampak genangan terhadap aktivitas warga dapat diminimalkan.
Edo menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan dan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar penanganan persoalan drainase memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Cirebon.(budhi/DKIS)
