
Padang, hariandialog.co.id – Kementerian UMKM berkomitmen memperkuat UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat agar tidak hanya bangkit tapi juga mampu naik kelas.
Wakil Mneteri (Wamen) UMKM Helvi Moraza menegaskan pemulihan butuh penanganan menyeluruh. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana di Unand Padang, Jumat (02-10-2026).
“Dampak bencana terhadap UMKM adalah tantangan terberat pascabencana. Kami hadir pastikan pendampingan agar usaha bisa kembali berjalan dan berkelanjutan,” ujar Helvi.
Di Sumbar, bantuan Presiden telah menjangkau 38 ribu UMKM dengan total Rp115 miliar. Helvi menekankan bantuan tidak boleh berhenti pada penyaluran, tapi harus jadi pemberdayaan lewat pelatihan peningkatan produksi, pemasaran, dan akses pembiayaan.
Program ini melanjutkan Klinik UMKM Minang Bangkit yang diaktivasi 23 Januari 2026 dengan tahapan pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh. Total target 1.475 pengusaha di tiga regional, 752 peserta di Regional II Padang.
“Ukuran keberhasilan bukan jumlah peserta, tapi perubahan nyata: produksi jalan, pesanan tambah, pasar terbuka, pendapatan naik,” tegas Helvi.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya Sumbar memiliki hampir 750 ribu UMKM yang menopang hampir 4 juta warga. “Jika satu UMKM menopang satu keluarga lima orang, maka penguatan UMKM sangat penting bagi ekonomi Sumbar,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menilai pendampingan terhadap UMKM terdampak bencana menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat membenahi sekaligus membangun kembali usahanya. Menurutnya, proses pemulihan tersebut membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi seluruh pihak. Pihaknya mengapresiasi kehadiran jajaran Kementerian UMKM
dalam kegiatan tersebut sebagai wujud dukungan langsung pemerintah pusat terhadap pengusaha UMKM di Sumatera Barat dalam membangun kembali usaha dan sumber penghidupan mereka.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, serta mitra strategis lainnya, Kementerian UMKM terus memperkuat ekosistem pendampingan yang mampu menjawab kebutuhan pengusaha UMKM secara berkelanjutan. (zal)
