Jakarta, hariandialog.co.id.- Polres Jakarta Pusat menerjunkan
18.504 personel gabungan untuk menjaga demonstrasi Aliansi Masyarakat
Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat,
hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026.”Pengamanan dilakukan dengan
mengedepankan pendekatan humanis,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat
Komisaris Besar Reynold E.P. Hutagalung.
Belasan ribu personel itu nantinya akan disebar ke
beberapa titik. Kepolisian membagi lokasi demo dalam enam zona
pengamanan, dengan zona pusatnya berada tepat di depan Gedung DPR/MPR.
Reynold menyatakan seluruh personel yang turun ke lapangan
tidak akan dilengkapi dengan senjata api maupun senjata tajam. Polisi
akan mengutamakan upaya persuasif kepada peserta aksi alih-alih
menggunakan kekuatan yang berlebihan.
Kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk
menghindari kepadatan arus akibat demo. “Ikuti arahan petugas di
lapangan dan gunakan jalur alternatif,” ucap Reynold dalam keterangan
tertulisnya.
Koordinator AMPB, Supriyono atau akrab disapa Botok,
menyatakan fokus pada desakan adanya pengesahan Rancangan
Undang-Undang atau RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi
koruptor.”Kita fokus pada dua tuntutan itu, tidak ada tuntutan
lengserkan Prabowo dan Gibran,” kata Botok, Rabu kemarin. Botok
melanjutkan, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila dalam aksi
tersebut terdapat kelompok lain yang membawa aspirasi berbeda. “Namun,
kami hanya fokus pada dua tuntutan saja. Kalau ada yang lain, itu
bukan AMPB,” ujarnya, tulis tempo. (sarwo-01)
