Skip to content
September 1, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
  • Redaksi
Harian Dialog

Harian Dialog

Menyuarakan Hati Nurani Rakyat Berdasarkan Pancasila

cropped-cropped-banner-pasang-iklan.jpg
Primary Menu
  • Berita Daerah
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Ibukota
  • Kesra
  • Olahraga
  • Serba Serbi
Live
  • Home
  • Nasional
  • Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda
  • Nasional

Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

Harian Dialog Oktober 27, 2025


Balikpapan, hariandialog.co.id.-  Setiap tanggal 28 Oktober seluruh
bangsa Indonesia dimanapun berada memperingati Hari Sumpah Pemuda,
sebuah momen penting yang menandai bersatunya semangat generasi muda
dari berbagai daerah di Nusantara.

           Di balik ikrar yang menggema, tersimpan kisah perjalanan
panjang yang terjadi di tiga gedung berbeda di Jakarta.
Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Gedung Oost Java Bioscoop, dan
Gedung Indonesische Clubgebouw yang kini dikenal sebagai Museum Sumpah
Pemuda, menjadi saksi lahirnya sejarah besar itu.
             Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda
        Kongres Pemuda II pada tahun 1928 tidak berlangsung dalam satu
hari, melainkan melalui tiga kali pertemuan yang digelar pada 27 dan
28 Oktober 1928. Masing-masing pertemuan memiliki suasana, peran, dan
nilai sejarah yang unik.
           Dikutip dari laman resmi Museum Sumpah Pemuda, mari kita
telusuri kembali jejak langkah para pemuda perintis bangsa di tiga
lokasi bersejarah ini:

1. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB): Rapat Pertama
Malam hari tanggal 27 Oktober 1928, gedung Katholieke Jongenlingen
Bond yang terletak di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menjadi
saksi dimulainya sidang pertama Kongres Pemuda II.
          Sekarang, gedung ini digunakan sebagai Sekolah Santa Ursula,
namun di masa itu, ruangan berarsitektur kolonial tersebut dipenuhi
semangat juang anak muda dari berbagai daerah.
           Ketua Kongres, Sugondo Djojopuspito, membuka pertemuan
dengan pidato yang membakar semangat peserta. Ia menegaskan pentingnya
melawan perpecahan antarsuku dan organisasi. “Perceraiberaian itu
wajiblah diperangi, agar kita bisa bersatu,” ucapnya kala itu.
          Setelahnya, Mohammad Yamin menyampaikan pandangannya tentang
makna persatuan. Ia menjelaskan bahwa kekuatan bangsa Indonesia dapat
dipupuk melalui lima hal penting, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat,
pendidikan, dan kemauan. Lima faktor itu, kata Yamin, adalah akar yang
menumbuhkan kesadaran kebangsaan di kalangan pemuda.
          Dari sinilah, semangat persatuan mulai tumbuh kuat di
ruang-ruang diskusi, menandai awal perjalanan menuju satu tekad:
Indonesia yang bersatu.

          2. Gedung Oost Java Bioscoop: Rapat Kedua
Keesokan paginya, 28 Oktober 1928, Kongres berlanjut di Gedung Oost
Java Bioscoop di kawasan Koningsplein Noord yang kini diperkirakan
berada di sekitar area Mahkamah Agung dan Istana Negara. Sayangnya,
gedung bersejarah ini kini sudah tidak ada lagi, tetapi kisah
perjuangan yang lahir di sana tetap abadi dalam sejarah bangsa.

Sidang kedua membahas soal pendidikan, di mana ini menjadi tema
penting yang menjadi fondasi kemerdekaan. Dua pembicara kala itu,
Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, menyoroti pentingnya sistem
pendidikan nasional yang menanamkan semangat kebangsaan.

Poernomowoelan menyerukan agar cara mendidik anak Indonesia berubah
total. “Di Indonesia ini, mesti lebih banyak perubahan-perubahannya
dalam segala apapun juga. Kita harus membuang jauh-jauh itu tabiat
mempermanja anak-anak kita,” katanya.

Mereka berdua menegaskan bahwa anak-anak harus dididik secara
demokratis, dengan keseimbangan antara pendidikan di rumah dan di
sekolah. Pendidikan, bagi mereka, bukan hanya soal ilmu, tapi cara
menanamkan nilai-nilai kemerdekaan dan tanggung jawab sebagai warga
bangsa.

Dari ruangan sederhana itu, lahirlah gagasan bahwa kemerdekaan hanya
mungkin dicapai bila rakyat Indonesia, terutama generasi muda, cerdas
dan berpendidikan.

3. Gedung Indonesische Clubgebouw: Rapat Ketiga
Masih di hari yang sama, sore 28 Oktober 1928, para peserta kongres
berpindah ke Gedung Indonesische Clubgebouwdi Jalan Kramat Raya Nomor
106, Jakarta Pusat. Di sinilah sejarah besar tercipta. Gedung ini
dulunya merupakan rumah kos bagi para pelajar dari berbagai daerah
Hindia Belanda.

Pada sesi terakhir ini, Soenario memaparkan pentingnya nasionalisme
dan demokrasi. Sementara itu, Ramelan menegaskan bahwa gerakan
kepanduan tak bisa dipisahkan dari perjuangan nasional. Ia menjelaskan
bahwa sejak kecil, anak-anak dilatih disiplin dan mandiri, di mana
keduanya adalah hal yang menjadi modal utama dalam perjuangan melawan
penjajahan.

Seorang tokoh lain, Theo Pangemanan, menambahkan pesan: “Pramuka tanpa
semangat kebangsaan bukanlah Pramuka.” Ucapan itu menggema kuat di
dalam ruangan dan menjadi simbol bahwa cinta tanah air harus tumbuh
sejak dini.

Menjelang akhir kongres, suasana hening ketika Wage Rudolf Supratman
menggesekkan biolanya dan menderukan lagu “Indonesia Raya” untuk
pertama kalinya. Para pemuda yang hadir berdiri khidmat, beberapa
bahkan menitikkan air mata. Setelah lagu usai, Sugondo Djojopuspito
membacakan hasil keputusan kongres yang dirumuskan oleh Mohammad
Yamin. Dari sinilah lahir tiga kalimat abadi yang kini dikenal sebagai
Ikrar Sumpah Pemuda.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,
tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa
yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
        Dari Gedung Bersejarah Menjadi Museum Nasional
         Museum Sumpah Pemuda. (Dokumentasi Museum Sumpah Pemuda)
Seiring waktu, kesadaran akan pentingnya menjaga peninggalan sejarah
ini semakin kuat. Pada tahun 1968, Prof. Soenario, salah satu tokoh
Kongres Pemuda II, mengusulkan agar Gedung Kramat 106 dilindungi
sebagai monumen nasional.

Usulan itu diwujudkan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang pada
10 Januari 1972 menetapkan gedung tersebut sebagai benda cagar budaya.
Setahun kemudian, setelah dilakukan pemugaran oleh Pemprov DKI, gedung
ini diresmikan dengan nama Gedung Sumpah Pemuda pada 20 Mei 1973,
bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Lalu pada 7 Februari 1983, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
menetapkan gedung ini secara resmi sebagai Museum Sumpah Pemuda, di
bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Kini, museum ini menjadi destinasi edukatif bagi masyarakat dan
pelajar. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi bersejarah seperti
biola milik W.R. Soepratman, catatan hasil kongres, foto-foto tokoh
pergerakan, hingga Monumen Persatuan Pemuda.

Museum Sumpah Pemuda bisa dikunjungi oleh siapa saja. Museum buka dari
Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00 WIB, dengan tiket masuk Rp5.000
untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

Itulah tiga gedung bersejarah dalam lahirnya Sumpah Pemuda. Ketiga
gedung ini menjadi saksi bisu lahirnya satu tekad besar yang
menyatukan Indonesia. Semoga bermanfaat, tulis dtc.  (dika-01)

About The Author

Harian Dialog

See author's posts

Post Views: 415

Post navigation

Previous: HUT Kabupaten Malinau: Manitip Pengesahan RUU Masyarakat Adat
Next: Kuatkan Komitmen Kebangsaan, Polda Jabar Gandeng Mantan Napiter JAD Cirebon dalam Program Deradikalisasi Humanis

Related Stories

  • Nasional

Diduga Mengemplang Pajak, Dirjen Pajak Proses Puluhan Perusahaan Baja

Harian Dialog September 1, 2026
  • Nasional

Minta Berkas Putusan  PK No.1153/2025 Dikirim: Pencari Keadilan Kembali  Bersurat ke Ketua MA

Harian Dialog Agustus 31, 2026
0-8
  • Nasional

Wali Kota Hadiri Apresiasi Kemendagri Kepada Pemerintah Daerah  Berprestasi 2026

Harian Dialog Agustus 31, 2026

Berita Lainnya

  • Berita Daerah

MUI Jawa Timur: Penyelenggara Karnaval Sound Horeg Agar Ditindak

Harian Dialog September 1, 2026
  • Ekonomi

BPS Sebut Harga Beras Naik

Harian Dialog September 1, 2026
  • Nasional

Diduga Mengemplang Pajak, Dirjen Pajak Proses Puluhan Perusahaan Baja

Harian Dialog September 1, 2026
unnamed
  • Serba Serbi

Glico Indonesia Rayakan 60 TahunPocky Salah Satu Snack Paling Ikonik

Harian Dialog September 1, 2026

Olahraga

96765cce-c675-41de-9ada-2f273f0c9871
  • Olahraga

Kemenpora Tegaskan Pralimpiade Jadi Prioritas, Atlet Disabilitas Didorong Lolos Kualifikasi

Harian Dialog September 1, 2026
JAPFA Chess Festival ke-16 Tahun 2026 Diikuti 523 Perserta 518cf0d1-a46c-4a20-bbd6-c6be1b028700
  • Olahraga

JAPFA Chess Festival ke-16 Tahun 2026 Diikuti 523 Perserta

September 1, 2026
DARI POS RONDA KE PENTAS DUNIA 52fba7ac-83d1-464a-9915-32b8b021f770
  • Olahraga

DARI POS RONDA KE PENTAS DUNIA

Agustus 31, 2026

Kesehatan

2e5dc489-b0f5-4fdb-88d4-9b171a63747c
  • Kesehatan

Rumkit TK II Putri Hijau Gelar Forum Konsultasi Publik 2026

Harian Dialog Agustus 28, 2026
Kapolda Sumut Cek Langsung Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Samosir 3ff936e7-5c77-4c66-a3d9-b149bf01e21c
  • Kesehatan

Kapolda Sumut Cek Langsung Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Samosir

Agustus 21, 2026
BKPRMI DKI Tanggung BPJS Ketenagakerjaan 1.500 Guru Mengaji 1000038406
  • Kesehatan

BKPRMI DKI Tanggung BPJS Ketenagakerjaan 1.500 Guru Mengaji

Agustus 15, 2026

Teknologi

IMG-20260429-WA0024
  • Techonology

Inovasi Digital Keuangan Sumut Berbuah Prestasi, Raih Penghargaan Nasional

Harian Dialog April 29, 2026
MEDAN, hariandialog.co.id. – Inovasi digital dalam tata kelola keuangan yang dikembangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut)...
Baca Selengkapnya Read more about Inovasi Digital Keuangan Sumut Berbuah Prestasi, Raih Penghargaan Nasional
OKI Gencarkan Gerakan Anti-Scam, Masyarakat Diajak Waspada Kejahatan Siber IMG-20260316-WA0031
  • Techonology

OKI Gencarkan Gerakan Anti-Scam, Masyarakat Diajak Waspada Kejahatan Siber

Maret 16, 2026
Sinyal Terhubung, Silaturahmi Tersambung: Diskominfo OKI–Telkomsel Perkuat Jaringan Jelang Idul Fitri IMG-20260316-WA0022
  • Techonology

Sinyal Terhubung, Silaturahmi Tersambung: Diskominfo OKI–Telkomsel Perkuat Jaringan Jelang Idul Fitri

Maret 16, 2026
Pemudik Manfaatkan Fasilitas Pos Terpadu Polisi, Anak Bermain Nyaman Orang Tua Nikmati Wifi Gratis IMG-20260315-WA0013
  • Techonology

Pemudik Manfaatkan Fasilitas Pos Terpadu Polisi, Anak Bermain Nyaman Orang Tua Nikmati Wifi Gratis

Maret 15, 2026
Warga Binjai Sambut Baik Program Internet Gratis Gubernur Bobby Nasution IMG-20260313-WA0048
  • Techonology

Warga Binjai Sambut Baik Program Internet Gratis Gubernur Bobby Nasution

Maret 13, 2026

Kesra

Foto Maulid
  • Kesra

Maulid Nabi di RQ. Ust.Kemin Hadirkan Pendongeng Islami

Harian Dialog Agustus 31, 2026
Aktivis Wak Genk Meninggal Dunia, Maruli Siahaan Kunjungi Rumah Duka 1000002657-768x1024.jpg
  • Kesra

Aktivis Wak Genk Meninggal Dunia, Maruli Siahaan Kunjungi Rumah Duka

Agustus 29, 2026
Peringati Maulid Nabi 1448 H, Bobby Nasution Minta ASN Wujudkan Keteladanan Rasulullah IMG-20260827-WA0007
  • Kesra

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Bobby Nasution Minta ASN Wujudkan Keteladanan Rasulullah

Agustus 27, 2026

Pendidikan

0-7
  • Pendidikan

Pelatihan Vokasi Nasional Bacht 4 ,Disnaker Kota Cirebon Buka Lima Kelas

Harian Dialog Agustus 31, 2026
Akreditasi UDA Dicabut Mahasiswa Resah
  • Pendidikan

Akreditasi UDA Dicabut Mahasiswa Resah

Agustus 29, 2026
Eks Paskibra Asal Sulsel Lolos Akmil dan Akpol
  • Pendidikan

Eks Paskibra Asal Sulsel Lolos Akmil dan Akpol

Agustus 26, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
Copyright Harian Dialog Online © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.