
Majalengka, hariandialog.co.id – Proyek rehabilitasi tribun Stadion Warung Jambu yang dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kabupaten Majalengka tahun anggaran 2025 kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, kegiatan dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,79 miliar itu diduga minim pengawasan dan mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Proyek tersebut tercatat dalam dokumen resmi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majalengka dengan nomor 000.3.2/04/SPK/DISPORA, tertanggal 14 Agustus 2025. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV. Maju Bersama 94, yang beralamat di Desa Sukaperna, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Namun berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja proyek terlihat tidak menggunakan perlengkapan K3, seperti helm, sepatu safety, dan rompi pengaman. Selain itu, proyek juga diduga tidak mendapatkan pengawasan intensif dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka, yang seharusnya turut memastikan penerapan standar teknis dan keselamatan kerja di lapangan.
“Seharusnya proyek sebesar ini ada pengawasan ketat dari dinas terkait, tapi kenyataannya seperti dibiarkan begitu saja,” ujar salah satu warga Majalengka yang enggan disebutkan namanya kepada Harian Dialog, Minggu lalu.

Padahal, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan peraturan turunannya secara tegas mewajibkan setiap kegiatan konstruksi untuk mengutamakan keselamatan tenaga kerja dan masyarakat sekitar.
Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pelaksana proyek, Holid, dari CV. Maju Bersama 94, belum dapat memberikan keterangan resmi.
“Maaf, saya sedang dirawat di RS Mitra Plumbon Sumberjaya,” ujar Holid singkat saat dihubungi wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dispora maupun Dinas PUTR Kabupaten Majalengka belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kelalaian pengawasan dan penerapan K3 tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka segera melakukan peninjauan dan evaluasi menyeluruh, agar proyek bernilai miliaran rupiah ini dapat berjalan transparan, sesuai aturan, serta mengutamakan keselamatan para pekerja.
(Ayub)
