
Bandung Barat, hariandialog co.id-. Tim gabungan dari unsur Pemerintah Daerah, aparat kewilayahan, dan tenaga kesehatan melakukan inspeksi ke SPPG Bandung Barat Batujajar Pangauban 2 di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat( KBB ) , guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Puskesmas Batujajar, Kapolsek Batujajar Asep Saepuloh, Danramil Batujajar Muhtalifin, Camat Batujajar Andi Muhammad Hikmat, Prokopimcam Kecamatan Batujajar serta Kepala Desa Pangauban Ade Sulaeman”Selasa(28/04/2026).
Inspeksi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan lintas sektor terhadap fasilitas pelayanan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pengolahan dan distribusi makanan bagi penerima manfaat.
Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah aspek, mulai dari alur masuk bahan baku, proses pengolahan di dapur, distribusi makanan, kebersihan lingkungan, kelengkapan administrasi, hingga penerapan SOP di lokasi.
Kepala SPPG Bandung Barat Batujajar Pangauban 2, Andrian, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan operasional dapur secara umum berada dalam kondisi aman.

“Hasilnya, secara umum operasional dapur dinyatakan aman. Hanya terdapat sedikit kendala pada aspek administrasi, yang diperkirakan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat,” kata Andrian.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut juga menyoroti pentingnya kebersihan area kerja, termasuk potensi genangan air di sekitar lokasi yang dapat menimbulkan risiko kontaminasi apabila tidak ditangani secara berkala.
Ia menambahkan, kegiatan inspeksi memberi manfaat bagi pengelola karena dapat mengidentifikasi sejumlah bagian yang masih perlu disempurnakan.
“Kegiatan inspeksi hari ini berfokus pada pengecekan seluruh proses dapur, mulai dari bahan baku masuk hingga distribusi makanan. Selain itu, diperiksa juga aspek administrasi, SOP, serta kondisi kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Andrian menyebut inspeksi itu juga berkaitan dengan persiapan menuju sertifikasi kelayakan higienis, sehingga berbagai catatan yang diberikan tim akan segera ditindaklanjuti.
Selain area dapur utama, tim turut meninjau instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berada di bagian belakang bangunan. Fasilitas tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan sanitasi dan dampak lingkungan sekitar.
“Untuk kondisi area belakang memang menjadi prioritas kami, terutama karena berkaitan dengan IPAL yang sensitif terhadap dampak lingkungan,” kata Andrian.
Ia menjelaskan pembangunan IPAL telah selesai dilakukan dan saat ini memasuki tahap penyempurnaan minor berdasarkan hasil inspeksi lapangan.
Menurut dia, tim juga memberikan masukan agar area belakang dilengkapi pembatas, termasuk kemungkinan pembangunan tembok, guna menjaga keamanan lokasi tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
Pengelola, lanjut Andrian, juga menjalankan pembersihan rutin melalui sistem general cleaning setiap pekan. Seluruh relawan yang terlibat dalam operasional dapur ikut dilibatkan dalam menjaga kebersihan area kerja, termasuk bagian IPAL.
“Seluruh relawan turut dilibatkan dalam proses pembersihan dapur, termasuk area IPAL, sehingga kebersihan tetap terjaga,” katanya.
Saat ini jumlah penerima manfaat tercatat sekitar 1.792 orang. Pengelola menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 2.000 orang pada periode berikutnya.
Peningkatan kapasitas layanan itu juga berdampak pada kebutuhan tenaga pendukung, dengan jumlah relawan yang terlibat dapat mencapai sekitar 40 orang.
Terkait pembangunan fisik bangunan maupun kerja sama kelembagaan, Andrian menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan pengelola dapur di lapangan.
“Pengelola di lokasi hanya bertugas
menjalankan operasional dapur, bukan mengelola aspek bangunan atau administrasi kerja sama,” ujarnya.
Inspeksi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan publik melalui pengawasan berkala, peningkatan kebersihan, serta kepatuhan terhadap standar operasional.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, dan pengelola dinilai penting untuk menjaga keamanan pangan serta kenyamanan masyarakat penerima manfaat. (Nagon)
