Nganjuk, hariandialog.co.id.- – Peringatan Hari Buruh Internasional(May Day) membawa berkah tersendiri bagi warga Desa Nglundo, KecamatanSukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jumat, 1 Mei 2026.
Ramainya buruh dan pengunjung yang datang berziarah ke makamPahlawan Nasional Marsinah, di desa setempat, ternyata bisa menjadipeluang usaha yang mendatangkan cuan. Di area halaman makam, warga melalui Kelompok Sadar Wisata(Pokdarwis) dan Karang Taruna Desa Nglundo membuka lapak penjualankaus bergambar Marsinah.
Dalam sekejap, ketika lapak dibuka langsung diserbu pembeli.Terutama sejak rombongan peziarah mulai berdatangan sekitar pukul09.30 WIB. Tak sampai satu jam belasan kaus berhasil terjual. Pembelinyamayoritas para buruh yang berziarah, serta pengunjung dari luar desa.”kaus ini harga Rp100 ribu per potong. Ada beberapa warna pilihan, adaputih dan hitam dan juga sablon warna-warni,” ujar Kuni Musyayadah,Pengurus Pokdarwis Desa Nglundo.
Kuni mengatakan, kaus-kaus tersebut diproduksi secara mandirioleh warga.”Ini kami produksi dan sablon sendiri bersama teman-teman Pokdarwis,dibantu pemuda Karang Taruna Nglundo. Alhamdulillah, responnya bagus,banyak yang membeli,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Nglundo, YogaSatria. Ia menyebut momentum May Day menjadi peluang ekonomi yangtidak disia-siakan warga. “Adanya kegiatan ziarah ini benar-benarmembawa dampak bagi warga. kaus yang kami jual langsung diminati,apalagi pengunjungnya cukup banyak,” kata Yoga. Sementara Kepala Desa Nglundo, Mohammad Ansori mengatakanmemang ada dampak positif penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasionalbagi desanya.
Selain membuka lapak kaus dan merchandise dalam momen May Dayahari ini, pihaknya juga sedang menyiapkan konsep desa wisata edukasiberbasis sejarah perjuangan Marsinah. “Pengembangan desa wisata iniakan melibatkan masyarakat secara langsung. Harapan kami, setelahMuseum Marsinah diresmikan, desa kami akan semakin banyak menerimakunjungan wisata edukasi dan sejarah,” ujar Ansori.
Selain di area makam, lanjut Ansori, di area Monumen Marsinahdan Museum-Rumah Singgah Marsinah juga menjadi titik lokasi potensialpengembangan desa wisata. Salah satunya, rencananya untuk mengembangkan kawasan monumendi tepi Jalan Raya Surabaya-Solo menjadi rest area yang dilengkapistan produk unggulan warga. “Kami akan berkoordinasi dengan PemkabNganjuk agar rencana itu bisa terwujud dan warga desa benar-benar bisaterlibat di dalamnya,” pungkas Ansori, tulis dtc. (ani-01)
