Kebumen, hariandialog.co.id Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
yang digagas pemerintah pusat di Kebumen mangkrak. Kondisi ini membuat
pengurus koperasi kebingungan, karena tidak ada kepastian kapan
program yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran ini akan beroperasi.
Ketua KDMP Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan Sukijan, Kebumen,
menyatakan kondisi gedung koperasi sebenarnya telah siap digunakan.
Pun termasuk empat unit kendaraan operasional telah diterima sebagai
penunjang unit usaha. Namun demikian, aktivitas koperasi sampai
sekarang belum berjalan.
“Cuma nonton soft launching saja, masih sama dua bulan lalu. Belum ada
kegiatan sama sekali,” ungkapnya dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos
Group), Senin (22/6).
Sukijan mengatakan, pengurus KDMP sejauh ini belum mendapat arahan
cukup jelas terkait operasional koperasi. Di satu sisi mereka juga
dihadapkan setumpuk regulasi yang perlu dicermati secara mendalam
sebagai dasar pelaksanaan kegiatan usaha.
Dia juga bingung karena setelah proses pembangunan gedung rampung,
barang-barang untuk melengkapi gerai serta peralatan administrasi tak
kunjung dikirim. “Benar-benar belum bergerak,” katanya.
Dia mengungkapkan, banyak kegundahan sejak dirinya ditunjuk sebagai
ketua KDMP. Salah satu keresahan yang dirasakan mengenai suntikan
permodalan. Per hari ini dia belum mengetahui pasti terkait penyertaan
modal atau dana talangan yang diberikan untuk keberlangsungan KDMP.
Atas ketidakpastian ini koperasi yang dipimpinnya belum berani
merekrut pegawai untuk ditempatkan di gerai maupun jenis usaha lain.
Sejalan dengan itu juga belum ada kepastian soal manajer yang ditunjuk
langsung dari pemerintah. “Kami sifatnya sekarang hanya menunggu,”
ucap Sukijan, tulis jawapos. (bagas-01)
