Mimika, hariandialog.co.id.- — Genap satu minggu berlalu sejak aksi penculikan sembilan wanita di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, belum jelas. Hanya meski sudah seminggu, keberadaan para korban maupun pelaku hingga kini masih menjadi misteri.
Kepolisian Resor Mimika mengonfirmasi bahwa proses pencarian dan penyelidikan belum membuahkan titik terang.
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di Distrik Jila oleh kelompok sipil bersenjata. Aksi ini mengakibatkan satu prajurit TNI gugur. Tak berhenti di situ, kelompok penyerang menculik sembilan warga sipil yang seluruhnya berusia anak-anak.
Dalam peristiwa mencekam tersebut, seorang warga perempuan tewas dan satu perempuan lainnya mengalami patah tulang akibat dilumpuhkan saat berusaha melindungi anak-anak mereka. Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa langkah kepolisian saat ini masih terbatas pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pengumpulan kronologi peristiwa.
“Kami belum mendapatkan hal-hal baru, hanya baru bagaimana informasi-informasi ter-update masalah kronologisnya saja. Itu saja ya. Masalah ke posisi atau keberadaan daripada pelaku atau korban, ini belum kita dapat,” ungkap Kapolres saat ditemui di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, Senin (24/8). Proses penyelidikan di lapangan menghadapi kendala geografis dan minimnya saksi kunci, tulis cendrawasipst. (red-01)
