
Cirebon, hariandialog.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penertiban pedagang di luar area pasar dalam evaluasi kinerja direksi baru Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon,hal tersebut disorot Komisi II DPRD Kota Cirebon, Selasa, (15/9/2026).
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Muhamad Handarujati Kalamullah, mengatakan ,perlunya pembenahan pada pelayanan,kenyamanan,kebersihan,serta optimalisasi PAD ,evaluasi dilakukan untuk melihat pencapaian program kerja dan mengidentifikasi persoalan pengelolaan pasar tradisional.
Persoalan lain yang disoroti Komisi II yaitu tentang pengelolaan parkir di Pasar Gunungsari yang kini kontraknya telah berakhir. DPRD meminta persoalan tersebut segera di tindaklanjuti demi mengantisipasi berkurangnya potensi pendapatan daerah,dan pungutan diluar ketentuan.
“Kami mengapresiasi sekaligus memberikan catatan dan langkah pembenahan Perumda Pasar Berintan. Targetnya adalah transformasi pelayanan yang lebih baik, kebersihan, kenyamanan, serta peningkatan kontribusi PAD untuk Kota Cirebon,” ujar Handaru.
Ia juga meminta pemerintah Kota Cirebon terlibat langsung, dalam penyelesaian persoalan Pasar Kanoman dan memastikan kelanjutan rencana pengoperasian pasar tematik.
Direktur Utama Perumda Pasar Berintan, Iyan Rahadian, mengatakan pihaknya menerima masukan Komisi II dan akan melakukan pembenahan internal, dan mengevaluasi sejumlah kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.
“Komisi II adalah mitra kerja kami. Kami siap menindaklanjuti arahan terkait review kontrak kerja sama, penanganan piutang, hingga optimalisasi potensi pendapatan seperti retribusi harian, sewa, reklame, hingga pengelolaan parkir dan toilet,” ungkap Iyan.
Terkait kontribusi PAD yang disetorkan Perumda Pasar Berintan tahun lalu sebesar Rp304 juta, angka tersebut masih jauh dari potensi pendapatan yang ada.
Perumda Pasar, saat ini tengah melakukan pendataan dan survei potensi pendapatan di 11 pasar tradisional untuk menentukan target PAD.”
“Kami bergerak sebagai super tim bersama DPRD untuk memastikan tata kelola pasar lebih akuntabel dan kontribusi terhadap PAD Kota Cirebon dapat meningkat signifikan,” pungkasnya.(budhi)
