Bintan, hariandialog.co.id – Dalam pelaksanaan pekerjaan jalan di sepanjang gesek Tanjung Uban, yang terletak di Km. 16 sering dilanda banjir membuat jalan tersebut itu tergenang dengan air cukup tinggi akibat kendaraan roda empat dan roda dua tak bisa untuk melewati jalan tersebut. Apalagi daerah itu memang sangat rendah ditambah dengan adanya sekolan paret yang sangat lebar, membuat kiriman air dari atas lereng bukit apesbila hukan deras itu sudah jelas tergenang jalan tersebut. Pada waktu media dialog berada dilokasi dan menjumpai pengawas pekerjaan proyek sebut saja MAN, ia mengatakan atas proyek yang kami kerjakan ini, itu memang sudah lama direncanakan untuk ditinggikan jalannya, dan sekaligus parit kiri kanannya itu harus dibuat, supaya apabila datang musim hujan tak tergenang lagi. Jalan di Km.16 sepanjang gesek ini. MAN menambhakan lagi atas proyek pemerintahan pusat ini dengan memakai dana anggaran pendapatan belanja negara (APBN) murni tahun 2021 dengan sebesar Rp. 14.844.330.000 dengan masa 334 hari kalender itu harus siap. Sedangkan proyek yang dijalan lintas barat itum dengan di jalan gesek ini itu satu paket pagunya. Mudah-mudahan saja dalam pekerjaan yang dijalan lintas barat, tebiang yang longsor dengan dikerjakan dari PT. Nugroho Lestari, itu bentuknya akan kita uat tebing bertingkat seperti tangga dan sudah tidak pakai lagi batu mereng melainkan kita main cor dan dengan besinyapun harus besar, jadi kalau musim hujan datang itu untuk longsor sudah tak ada lagi. Sebab dinding cor itu memang tinggi sama dengan tebingnya, dan nanti kita tanam juga rumput di tebing itu. Pada kesempatan ini pula Media Dialog menjumpai kepala tukang sebut Joko ia mengatakan dalam pekerjaan jalan Km.16 Gesek ini, dengan ketebalan lebih kurang satu meter dan panjang 200 itu nantinya apabila sudah siap saya jamin sudah tak adalagi jalan yang tergenang air, jadi masyarakat pengguna jalan baik roda empat dan roda dua mereka sudah nyaman dalam melewati di jalan sepanjang jalan gesek ini, ujar ia menghakiminya (HANDOKO).
